Rayakan Natal dengan Cara Berbeda, 7 Tradisi Unik dari Berbagai Belahan Dunia

Natal
Ilustrasi natal. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perayaan Natal tak hanya dimaknai sebagai hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi cerminan kekayaan budaya di berbagai belahan dunia. Meski memiliki tujuan yang sama, yakni memperingati kelahiran Yesus Kristus, cara masyarakat merayakannya sangat beragam dan kerap unik.

Mengutip BBC, sejumlah negara memiliki tradisi Natal yang berbeda dari kebiasaan umum, mulai dari membaca buku di bawah cahaya lilin hingga datang ke gereja dengan sepatu roda.

Islandia: Natal dengan Buku dan Lilin

Di Islandia, suasana Natal identik dengan buku. Menjelang akhir tahun, penerbit setempat merilis banyak judul baru dalam fenomena yang dikenal sebagai jólabókaflóð atau “banjir buku Natal”. Tradisi ini berakar sejak Perang Dunia Kedua, ketika barang-barang dibatasi, sementara kertas relatif mudah didapat.

Advertisement

Pada malam 24 Desember, keluarga saling bertukar buku, makan malam bersama, lalu menghabiskan malam dengan membaca di bawah cahaya lilin, ditemani cokelat dan minuman hangat. Selain menjadi tradisi khas, kebiasaan ini turut menjaga industri penerbitan dan kelestarian bahasa Islandia.

Jepang: Natal ala Pasangan

Meski mayoritas penduduk Jepang bukan penganut Kristen, Natal tetap dirayakan dengan cara tersendiri. Malam Natal lebih identik sebagai momen romantis bagi pasangan, menyerupai perayaan Hari Valentine.

Baca Juga :  Bupati Bogor Tegaskan Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Nataru

Lampu-lampu Natal menerangi jalanan, restoran menawarkan menu khusus, dan hotel kerap penuh. Hidangan khas Natal di Jepang pun berbeda, yakni kurisumasu keki, kue bolu ringan berlapis krim dan stroberi.

Australia: Kriket dan Barbekyu

Di Australia, Natal jatuh di tengah musim panas. Perayaan pun kerap berlangsung di luar ruangan dengan bermain atau menonton kriket bersama keluarga. Pantai dan halaman rumah menjadi lokasi favorit.

Tradisi ini biasanya diiringi acara barbekyu atau barbie, dengan menu andalan berupa makanan laut, terutama udang yang cocok disantap di cuaca panas.

Finlandia: Menyapa Leluhur

Malam Natal di Finlandia diisi dengan kunjungan ke pemakaman. Keluarga menyalakan lilin untuk mengenang anggota keluarga yang telah meninggal.

Menurut This Is Finland, sekitar tiga perempat rumah tangga mengikuti tradisi ini. Pemakaman pun berubah menjadi hamparan salju yang tenang dengan cahaya lilin berkelap-kelip, menciptakan suasana reflektif di tengah hiruk-pikuk liburan.

Ukraina: Hiasan Jaring Laba-laba

Di wilayah Ukraina Barat, pohon Natal kerap dihiasi jaring laba-laba berkilau. Tradisi ini berasal dari legenda rakyat tentang seekor laba-laba yang menghias pohon Natal seorang perempuan miskin.

Baca Juga :  Resep Wingko Babat Rumahan, Kue Kelapa Panggang yang Gurih Legit

Hiasan dibuat dari kertas atau kawat, dan keberadaan laba-laba asli di pohon Natal dipercaya membawa keberuntungan. Karena itu, sarang laba-laba biasanya dibiarkan selama masa Natal.

Denmark: Dekorasi Buatan Tangan

Di Denmark, tradisi klippe klistre atau “memotong dan menempel” menjadi bagian penting perayaan Natal. Keluarga, siswa, hingga rekan kerja berkumpul membuat hiasan dari kertas, seperti bintang anyaman dan hati khas Natal.

Kegiatan ini bukan sekadar membuat dekorasi, tetapi juga menghadirkan suasana hygge yang hangat, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan kreativitas.

Venezuela: Ke Gereja dengan Sepatu Roda

Tradisi Natal di Venezuela, khususnya di Caracas, tergolong paling unik. Menjelang Natal, warga datang ke misa dini hari (Misa de Aguinaldo) dengan mengenakan sepatu roda.

Tradisi ini berlangsung pada 16–24 Desember. Demi keselamatan, sejumlah jalan ditutup agar warga dapat meluncur menuju gereja, bahkan sambil mengenakan kostum meriah seperti Santa Claus. Perayaan ini memadukan unsur ibadah, olahraga, dan kebersamaan keluarga dalam suasana penuh kegembiraan.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel