Tak Sekadar Gelar: Mengapa ‘Dr.’ di Tiket Pesawat Sangat Diperlukan

tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat (istock)
TIMETODAY.ID — Ketika memesan tiket pesawat, kita terbiasa fokus pada hal-hal teknis: memilih kursi dekat jendela, menentukan jumlah bagasi, atau memastikan nama sesuai KTP. Tapi, pernahkah Anda memperhatikan satu detail kecil—gelar yang dicantumkan sebelum nama?
Untuk sebagian besar penumpang, pilihan itu terbatas pada sapaan umum:
  • Mr. untuk pria dewasa
  • Mrs. untuk wanita menikah
  • Ms. untuk wanita lajang
  • Mstr. untuk anak laki-laki di bawah 12 tahun
  • Infant untuk bayi di bawah 3 tahun
Namun, ternyata tidak semua gelar sekadar formalitas. Beberapa justru bisa menyelamatkan nyawa di udara.

Saat Gelar Jadi Sinyal Darurat

Satu gelar yang punya arti penting dalam dunia penerbangan adalah “Dr.” (Dokter). Menurut informasi dari akun resmi Angkasa Pura (@ap_airports), pencantuman gelar “Dr.” dalam tiket pesawat bukan hanya soal kebanggaan profesi, tetapi juga sebuah langkah antisipasi untuk kondisi darurat medis.
“Jika terjadi keadaan darurat selama penerbangan, awak kabin bisa langsung tahu siapa yang memiliki kompetensi medis di antara penumpang,” demikian penjelasan yang dibagikan pada Minggu, 12 Juli 2025.
Dalam dunia penerbangan, waktu adalah segalanya. Serangan jantung, sesak napas, atau pingsan di ketinggian 35 ribu kaki membutuhkan respons cepat. Dalam situasi semacam itu, nama dengan awalan “Dr.” bisa menjadi rambu yang menyelamatkan.

Tidak Semua Maskapai Sama

Setiap maskapai memiliki format isian nama yang berbeda. Ada yang menyediakan tiga kolom (First Name, Middle Name, Last Name), dan ada yang hanya dua. Namun satu hal yang hampir selalu tersedia adalah pilihan gelar seperti Mr., Mrs., Dr., bahkan Rev. untuk pendeta atau rohaniawan.
Bagi penumpang yang memiliki gelar medis, disarankan selalu mencantumkannya saat memesan tiket, baik domestik maupun internasional. Selain mempermudah identifikasi oleh kru kabin, hal ini juga bisa menghindari kendala administratif jika terjadi penanganan darurat.

Antara Formalitas dan Tanggung Jawab

Bagi sebagian orang, mencantumkan gelar akademik mungkin dianggap berlebihan. Namun di dalam kabin pesawat, yang terisolasi dari akses rumah sakit dan layanan darurat, gelar “Dr.” bukan lagi sekadar prestise. Itu bisa menjadi harapan terakhir.
Jadi, lain kali Anda memesan tiket dan melihat kolom gelar, anggaplah itu lebih dari formalitas. Karena di udara, kadang nyawa bergantung pada siapa yang namanya ditulis dengan “Dr.” di tiket mereka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Punya Dokter Patologi Anatomik, Ini Jadwalnya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel