Letusan Pagi Gunung Ibu Guncang Halmahera Barat, Kolom Abu Capai 300 Meter

Gunung Ibu
Erupsi Gunung Ibu pada Kamis pagi memuntahkan kolom abu yang membubung ke udara. Foto: Magma Indonesia

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara kembali meningkat. Gunung api aktif ini kembali meletus pada Kamis (20/11/2025) pukul 09.03 WIT, dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.625 meter di atas permukaan laut. Warna abu yang membubung putih-kelabu tampak kontras dengan langit pagi, menandai bahwa tekanan di perut gunung masih tinggi.

PVMBG melaporkan kolom abu memiliki intensitas sedang hingga tebal. Erupsi masih berlangsung ketika laporan pemantauan itu dibuat.

Petugas PVMBG, Darsono Haji Muhammad Nur, memastikan bahwa letusan kali ini tergolong signifikan dan tengah dipantau ketat oleh Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. “Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Kamis, 20 November 2025, pukul 09:03 WIT, tinggi kolom abu teramati ± 300 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 38,37 detik,” tulis Badan Geologi.

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Bogor Lepas Kloter Haji Terakhir Kabupaten Bogor Tahun 2026

Hembusan abu terpantau bergerak ke arah timur laut. Bagi warga di desa-desa yang berada di jalur angin, butiran abu menjadi pengingat akan aktivitas vulkanik gunung yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menunjukkan peningkatan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah daerah, mengingat erupsi Gunung Ibu dapat menimbulkan lontaran material dan paparan abu vulkanis. “Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam RS Permata Jonggol, BPBD: Layanan Pasien Sementara Ditutup

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Area sektoral sejauh 3,5 kilometer di bagian utara kawah juga wajib steril dari aktivitas warga.

Jika terjadi hujan abu, warga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung. Langkah sederhana ini dianggap penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata selama aktivitas erupsi masih berlangsung.

PVMBG juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG Bandung dan Pos Pengamatan Gunung Ibu guna memperbarui informasi secara berkala kepada masyarakat.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel