
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Setiap kali mendengar kabar pernikahan, hampir selalu kita ucapkan doa,“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.”
Kalimat itu begitu sering diucapkan, baik saat menghadiri akad nikah, memberi ucapan selamat, maupun menulis pesan di media sosial. Namun, tahukah kamu apa sebenarnya makna dari doa tersebut?
Ternyata, ungkapan yang terdengar indah ini memiliki makna yang sangat dalam dan bersumber langsung dari Al-Qur’an.
Asal Usul Doa dari Al-Qur’an
Ungkapan sakinah, mawaddah, warahmah berasal dari QS Ar-Rum ayat 21, yang berbunyi:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan pernikahan dalam Islam bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menghadirkan ketenangan (sakinah), cinta kasih (mawaddah), dan rahmat (warahmah) di antara keduanya.
Sakinah: Rumah yang Tenang dan Penuh Kedamaian
Kata sakinah bermakna ketenangan, kedamaian, dan rasa aman.
Dalam rumah tangga, sakinah tercipta saat pasangan mampu saling menenangkan dan menerima satu sama lain.
Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-A’raf ayat 189,
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.”
Keluarga yang sakinah bukan berarti tanpa masalah, tetapi mampu menjaga ketenangan dalam menghadapi setiap ujian.
Mawaddah: Cinta yang Menghangatkan
Mawaddah berarti rasa cinta dan kasih yang membara.
Cinta ini bukan sekadar perasaan romantis di awal pernikahan, melainkan semangat untuk saling mendukung, berkorban, dan menjaga satu sama lain sepanjang waktu.
Keluarga yang mawaddah biasanya dipenuhi semangat kebersamaan ada tawa, pengertian, dan rasa memiliki yang tulus.
Warahmah: Kasih Sayang dan Rahmat yang Melindungi
Sementara warahmah berasal dari kata rahmah, yang berarti kasih, ampunan, dan karunia dari Allah SWT.
Keluarga yang penuh rahmah adalah keluarga yang saling memaafkan, tidak saling menyakiti, dan mampu menjadi tempat bernaung dalam suka maupun duka.
Cinta yang hanya didasari rasa suka bisa pudar, tapi kasih yang dibingkai rahmat Allah akan bertahan dalam setiap keadaan.
Makna Doa Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Ketika seseorang mendoakan “semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah”, maknanya bukan sekadar ucapan manis.
Doa itu berarti harapan agar pasangan suami istri:
hidup tenang dan damai (sakinah),
saling mencintai dan menghargai (mawaddah),
serta selalu diliputi kasih dan rahmat Allah (warahmah).
Dengan begitu, rumah tangga bukan hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga menjadi tempat tumbuhnya ketenangan batin dan ladang pahala.
Keluarga sebagai Ladang Amal dan Cermin Kehidupan
Islam memandang keluarga sebagai pondasi kehidupan. Seperti firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Keluarga tidak hanya menjadi tempat berbagi kasih, tapi juga wadah untuk saling menuntun menuju kebaikan. Dalam keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, cinta tak hanya berhenti di dunia, melainkan menjadi jalan menuju surga.
Penutup
Mendoakan seseorang menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah berarti mendoakan kebahagiaan yang hakiki kebahagiaan yang bersumber dari ketenangan hati, cinta yang tulus, dan kasih sayang yang diridhai Allah.
Karena sejatinya, rumah yang penuh rahmah bukanlah yang megah dan mewah, melainkan yang di dalamnya ada cinta, doa, dan kehadiran Allah di setiap langkahnya. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : popbela.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































