TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor akan menebang sejumlah pohon yang dinilai membahayakan. Langkah ini diambil menyusul kejadian pohon tumbang yang menimpa tiga orang dan menyebabkan korban luka-luka, Selasa (11/11/2025).
Kepala DPKPP Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya akan mendata pohon-pohon yang berpotensi membahayakan untuk kemudian ditebang. Menurutnya, pemantauan terhadap kondisi pohon di wilayah Kabupaten Bogor sebenarnya telah dilakukan setiap hari.
“Justru kita bergerak terus setiap hari, juga mengamati pohon-pohon yang membahayakan untuk kita tebang,” kata Eko saat ditemui wartawan, Kamis (13/11/2025).
Eko mengaku pihaknya akan lebih teliti dalam memantau kondisi pohon, terutama yang berada di pinggir jalan raya, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.
“Dengan kejadian itu, kita lebih teliti lagi terutama pohon yang membahayakan pengendara pengguna jalan,” jelasnya.
Sebelumnya, pohon tumbang di Jalan Edy Yoso dekat SDN Pakansari 01 mengakibatkan tiga korban luka-luka. Keluarga korban, Aldy Setiadi, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB.
Ketiga korban terdiri dari seorang perempuan dewasa sebagai pengendara, seorang anak berusia delapan tahun, dan seorang balita. Mereka sedang berboncengan ketika pohon kering tiba-tiba roboh dan menimpa mereka.
“Kronologi pas melintas depan SDN Pakansari 01, tiba-tiba sebuah pohon kering roboh menimpa korban tiga orang,” ujar Aldy.
Balita yang berada di bagian depan motor dan pengendara mengalami luka di kepala. Korban balita menjalani operasi di RSUD Cibinong (RSUD Bakti Pajajaran) pada 11 November dan kini dalam tahap pemulihan.
Aldy berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi pohon atau ranting kering di sekitar jalan yang ramai dilalui kendaraan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































