Harga Emas Antam Naik Tajam, Buyback Ikut Terdongkrak Rp 27.000 per Gram

Harga emas
ilustrasi emas batangan. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali menguat pada Selasa (11/11/2025). Kenaikan signifikan sebesar Rp 27.000 per gram membawa harga emas 24 karat ke level Rp 2.360.000 per gram, melanjutkan tren positif sejak akhir pekan lalu.

Mengutip laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas ukuran terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp 1.230.000. Sementara untuk ukuran 10 gram mencapai Rp 23.095.000, dan ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.300.600.000.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam tercatat bergerak di kisaran Rp 2.260.000 hingga Rp 2.360.000 per gram. Sementara dalam periode sebulan, pergerakan harga masih stabil di rentang Rp 2.260.000–Rp 2.487.000 per gram.

Advertisement
Baca Juga :  Logam Mulia Mengilap, Harga Emas Antam Sentuh Level Tertinggi Hari Ini

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga naik Rp 27.000 menjadi Rp 2.225.000 per gram. Harga ini merupakan acuan jika masyarakat ingin menjual kembali emas mereka ke Antam.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback di atas Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Baca Juga :  Bea Cukai Jatuhkan Sanksi ke 66 Pegawai, 10 Diberhentikan Sepanjang 2025

Berikut rincian harga emas Antam hari ini, Selasa (11/11/2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.230.000
  • 1 gram: Rp 2.360.000
  • 2 gram: Rp 4.660.000
  • 3 gram: Rp 6.965.000
  • 5 gram: Rp 11.575.000
  • 10 gram: Rp 23.095.000
  • 25 gram: Rp 57.612.000
  • 50 gram: Rp 115.145.000
  • 100 gram: Rp 230.212.000
  • 250 gram: Rp 575.265.000
  • 500 gram: Rp 1.150.320.000
  • 000 gram: Rp 2.300.600.000

Lonjakan harga ini menambah optimisme investor emas di tengah ketidakpastian global. Namun, para analis tetap mengingatkan masyarakat untuk mencermati fluktuasi harga yang bisa berubah cepat seiring pergerakan ekonomi internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel