
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat (7/11/2025). Ia menegaskan, pemerintah berupaya agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Dengan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, kita berupaya agar peristiwa yang di Jakarta ini mudah-mudahan menjadi yang pertama dan yang terakhir,” ujar Mu’ti usai membuka International Conference Cross-Cultural Religious Literacy di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat,dikutip dari detik.com, Selasa (11/11/2025).
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen tengah menyempurnakan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Menurut Mu’ti, penyempurnaan itu akan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif.
“Permendikbud yang ada itu perlu kita sempurnakan dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif,” jelasnya.
Penyempurnaan tersebut rencananya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Sekolah Aman, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar bebas dari segala bentuk kekerasan.
Mu’ti menilai, insiden di SMAN 72 menjadi pengingat penting bahwa pembinaan dan pencegahan kekerasan di sekolah harus diperkuat. Ia mengakui, meski regulasi telah berjalan, masih banyak celah yang perlu dibenahi.
“Berbagai lembaga penelitian menunjukkan angka kekerasan di lembaga pendidikan masih cukup tinggi. Sebagian bahkan terjadi di luar lingkungan sekolah, tapi pelakunya juga para pelajar—baik sebagai pelaku maupun sebagai korban,” ungkapnya.
Dalam rancangan kebijakan baru, pendekatan humanis akan diwujudkan dengan memperkuat peran bimbingan dan konseling di sekolah, sementara pendekatan komprehensif akan mencakup aspek spiritual dan karakter peserta didik.
“(Murid) perlu mendapatkan bimbingan dan spiritualitas, ini adalah bagian penting dari tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional itu kan tujuannya di antaranya adalah membangun generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Nah, ini yang coba kita bangun,” bebernya.
Sedangkan pendekatan partisipatif akan melibatkan semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan siswa itu sendiri, agar upaya menciptakan sekolah aman bisa berjalan berkelanjutan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































