
TIMETODAY.ID, BOGOR – RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar edukasi kesehatan bagi ibu-ibu yang memiliki bayi dan anak dalam masa pertumbuhan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai kelainan pada bayi yang dapat menghambat proses menyusui.
Bidan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menjelaskan, beberapa kelainan bawaan dapat memengaruhi kemampuan bayi dalam menyusu. Kelainan tersebut antara lain tongue-tie atau lidah pendek, bibir atau langit-langit sumbing (cleft lip/palate), gangguan pernapasan bawaan, serta gangguan saraf atau otot.
“Kelainan-kelainan ini dapat membuat bayi sulit mengisap atau menelan ASI dengan baik,” ujar bidan dalam edukasi yang digelar Jumat (24/10/2025).
Ia menegaskan, meski ada kelainan pada bayi, pemberian ASI tetap dapat dioptimalkan melalui deteksi dini dan pendampingan tenaga kesehatan.
Selain kelainan bawaan, sejumlah kondisi kesehatan lain juga dapat mengganggu proses menyusui. Hidung tersumbat, misalnya, membuat bayi tidak dapat bernapas dengan lancar sehingga sering menolak menyusu.
Infeksi seperti infeksi telinga dapat menimbulkan rasa sakit atau tekanan saat menyusu yang membuat bayi menjadi rewel. Adapun proses tumbuh gigi dapat menyebabkan nyeri pada mulut dan gusi sehingga bayi enggan menyusu.




































