Hari Kota Sedunia: Sejarah, Makna, dan Tema Global Tahun 2025

Hari Kota Sedunia
Bundaran HI di kota jakarta (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA —  Setiap 31 Oktober, dunia merayakan Hari Kota Sedunia yang bertujuan meningkatkan perhatian terhadap urbanisasi global, memperkuat kerjasama internasional dalam menangani tantangan kota, dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.

Pada peringatan tahun 2025, tema resmi yang diusung adalah People-Centred Smart Cities atau Kota Pintar Berpusat pada Masyarakat, menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan kebutuhan warga untuk meningkatkan kualitas hidup, perlindungan hak privasi, dan inklusi sosial.

Perayaan utama tahun ini direncanakan di Bogotá, Kolombia, sebagai wadah untuk mempromosikan infrastruktur digital yang manusiawi dan kebijakan kota pintar yang responsif terhadap warga.

Advertisement

lahirnya Hari Kota Sedunia

Sejarah singkat lahirnya Hari Kota Sedunia bermula dari kebutuhan internasional untuk membahas urbanisasi yang semakin pesat dan peluang serta risiko yang menyertainya. Ide awal muncul dari adanya expo global dan gagasan “Kota yang Lebih Baik, Kehidupan yang Lebih Baik” yang lahir dari Expo 2010 di Shanghai.

Pada 2013, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi inisiatif ini melalui resolusi Majelis Umum yang menetapkan 31 Oktober sebagai hari peringatan resmi, dengan perayaan pertama dilakukan pada 2014.

Inisiatif ini mengundang negara-negara anggota PBB, organisasi internasional terkait, akademisi, pegiat sipil, dan pemangku kepentingan lain untuk berbagi praktik terbaik dalam perencanaan kota dan layanan publik.

Baca Juga :  Anti Mainstream, 7 Dekorasi Natal dengan Sentuhan Warna yang Unik

Melalui perayaan tahunan, kota-kota di seluruh dunia didorong untuk berbagi praktik terbaik, studi kasus, dan solusi inovatif dalam perencanaan kota, transportasi, akses layanan publik, serta inklusi sosial, agar urbanisasi memberi manfaat luas bagi semua lapisan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kota sebagai ujung tombak transformasi sosial-ekonomi dan lingkungan.

Tema 2025: People-Centred Smart Cities

Tema 2025 menekankan bahwa kota pintar seharusnya dirancang dan dioperasikan dengan fokus utama pada kebutuhan warga, bukan sekadar dorongan adopsi teknologi.

Pendekatan People-Centred Smart Cities menggabungkan infrastruktur digital, data terbuka, partisipasi warga, dan layanan publik yang responsif untuk meningkatkan kualitas hidup, keamanan, pekerjaan, kesehatan, dan mobilitas kota.

Tujuannya adalah memastikan teknologi berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, sambil menjaga hak privasi dan tata kelola data yang etis.

Penerapan tema secara praktis mencakup pemanfaatan data dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, dengan fokus pada pemulihan kota dari krisis kesehatan, bencana, atau gangguan layanan.

Baca Juga :  Koleksi Fesyen Ramadan dan Lebaran Etnik dari Didiet Maulana, Elegan dan Modis

Ini juga mendorong perencanaan inklusif yang menjamin akses setara terhadap fasilitas publik, transportasi, dan layanan dasar lainnya.

Perayaan Hari Kota Sedunia 2025 direncanakan berlangsung di Bogotá, Kolombia, sebagai platform untuk mempresentasikan bagaimana data, teknologi, dan AI dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta mempercepat pemulihan kota dari berbagai guncangan.

Tema ini juga memfokuskan upaya promosi inisiatif kota pintar yang berpusat pada manusia, dengan memperhatikan perlindungan privasi dan tata kelola data yang transparan.

Secara umum, peringatan ini menjadi ajang untuk menyoroti praktik kota pintar yang mengedepankan hak warga, akses setara terhadap layanan publik, serta tata kelola data yang akuntabel.

Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan publik, transportasi, lingkungan, dan ketahanan kota secara inklusif.

Hari Kota Sedunia 2025 menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan inovasi digital perlu dipadukan dengan perhatian yang mendalam terhadap kebutuhan manusia.

Tema People-Centred Smart Cities menawarkan kerangka kerja yang menyeimbangkan kemajuan teknis dengan hak warga, inklusi sosial, dan tata kelola data yang etis.

Melalui perayaan di Bogotá dan kolaborasi internasional, ajakan untuk membangun kota yang lebih adil, responsif, dan berkelanjutan semakin kuat.***

Editor : Syafira

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel