WHO Sebut Pembangunan Kembali Layanan Kesehatan Gaza Butuh USD7 Miliar

WHO
,Potret sebuah truk yang membawa bantuan tiba di Rafah.(foto: Reuters)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa bantuan untuk Gaza, Palestina, saat ini masih hanya sebagian kecil dari kebutuhan nyata. Badan kesehatan internasional ini tengah berupaya membangun kembali sistem layanan kesehatan yang hancur akibat konflik berkepanjangan.

Bantuan untuk Gaza

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyoroti tantangan besar yang dihadapi. “Meskipun pengiriman bantuan kemanusiaan meningkat, pembangunan kembali infrastruktur medis Gaza kemungkinan akan menelan biaya setidaknya USD7 miliar,” ujarnya.

Perang Israel-Hamas yang telah berlangsung selama dua tahun kini berada dalam gencatan senjata berkat perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat.

Advertisement

Otoritas kesehatan Palestina memperkirakan jumlah korban di Jalur Gaza lebih dari 67.000 orang, dengan hampir sepertiganya berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus, Ini Cara Tepat Membersihkan Kotoran Tikus di Rumah

Tedros mendesak pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir.

“Tempat ini menjadi titik kritis, di mana sejumlah besar bantuan saat ini tertahan, siap memasuki Gaza,” katanya. Laju transfer bantuan sendiri melambat sejak Israel mengambil alih kontrol penyeberangan Rafah dan menutupnya pada Mei 2024.

Sejak gencatan senjata sebelumnya berakhir pada Maret, kurang dari empat pasien per hari berhasil meninggalkan Gaza.

WHO juga menyoroti kondisi pangan di Gaza. Meski “situasi pangan” sedikit membaik selama gencatan senjata, badan ini menekankan bahwa upaya jauh lebih besar diperlukan. Lebih dari 600.000 orang masih menghadapi tingkat kerawanan pangan yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Indonesia Tetap di Board of Peace, Prabowo Siap Evaluasi Jika Tak Untungkan Palestina

Prospek Suram

Selain krisis Gaza, WHO memperingatkan prospek pendanaan global yang suram untuk tahun depan. Badan kesehatan ini memproyeksikan lebih dari 14 juta kematian yang dapat dihindari di seluruh dunia sebagai akibat dari pemotongan dana.

Keadaan ini diperburuk oleh keluarnya Amerika Serikat dari WHO awal tahun ini. Alasan resmi AS adalah dugaan kesalahan penanganan WHO terhadap pandemi Covid-19 dan krisis kesehatan internasional lainnya.

“Keluarnya salah satu donor utamanya telah menciptakan kesenjangan pendanaan miliaran dolar dalam anggaran WHO 2026–27,” tulis laporan badan tersebut. Kondisi ini memaksa WHO memangkas pengeluaran yang diusulkan sebesar 21%.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel