TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suara lembut yang dulu memanggil “Nobitaaa!” kini tinggal kenangan. Dunia dubbing Indonesia berduka. Ika Zidane, pengisi suara legendaris yang menghidupkan karakter Doraemon dan Ninja Hattori, berpulang pada Senin, 20 Oktober 2025.
Kabar duka itu pertama kali disampaikan oleh Komunitas Voice Over Dubber Announcer Indonesia (KVDAI) melalui akun Instagram resmi mereka. Dalam unggahan itu, komunitas menyampaikan belasungkawa yang mendalam untuk sosok yang dikenal ramah, disiplin, dan sangat mencintai profesinya tersebut.
“Suara dan karya Ibu Ika Zidane akan selalu hidup dalam kenangan, tak lekang oleh waktu,” tulis KVDAI dalam pesan duka yang diiringi foto sang dubber senior.
Suara yang Membentuk Kenangan Generasi
Bagi banyak orang yang tumbuh di era 1990-an hingga 2000-an, suara Ika Zidane bukanlah hal asing. Ia adalah sosok di balik tokoh-tokoh ikonik yang mengisi layar kaca masa kecil: Doraemon, Ninja Hattori, hingga Sailor Pluto dalam Sailor Moon.
Ika Zidane mulai menapaki dunia sulih suara pada 1996. Awalnya ia bekerja sebagai penerjemah bahasa Jepang, sebelum akhirnya menemukan panggilan hidupnya sebagai seorang dubber.
Dari balik mikrofon, ia menyalurkan emosi, tawa, dan kehangatan yang membuat karakter-karakter animasi terasa hidup bagi jutaan penonton Indonesia.
Perannya sebagai Doraemon di film Stand By Me Doraemon menjadi salah satu karya yang paling membekas. Suaranya yang khas—tenang, sabar, namun penuh ekspresi—mampu menghadirkan nostalgia sekaligus kehangatan bagi para penontonnya.
Tak hanya Doraemon, Ika Zidane juga mengisi suara karakter Sora, Togemon, Hikari, dan Renamon dalam Digimon Adventure, serta beberapa tokoh di Hello Kitty.
Ia dikenal mampu menyesuaikan tone dan karakter dengan sempurna, menjadikannya salah satu dubber paling dihormati di Indonesia.
Perpisahan yang Menyisakan Jejak Abadi
Jenazah Ika Zidane telah dimakamkan di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan seprofesi, tetapi juga bagi para penggemar yang tumbuh bersama suaranya.
Bagi sebagian orang, Ika Zidane mungkin tak pernah terlihat di layar televisi. Namun, suaranya telah menjadi bagian dari masa kecil banyak generasi. Ia mengajarkan bahwa sebuah karya tidak selalu harus dilihat untuk bisa dirasakan.
Kini, mikrofon yang dulu menjadi saksi dedikasinya telah sunyi. Tapi gema suaranya—dalam bentuk tawa Doraemon, semangat Hattori, dan kelembutan karakter-karakter anime lainnya—akan terus hidup di hati para pendengarnya.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































