TIMETODAY.ID, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) resmi membentuk skuadron khusus untuk menghadapi ancaman drone kamikaze Iran. Komando Pusat AS (Centcom) membentuk satuan tugas setingkat skuadron di kawasan Timur Tengah bernama Scorpion Strike, yang secara khusus ditugaskan untuk mencegat serangan mematikan drone Shahed milik Iran.
Pembentukan skuadron ini menandai perubahan besar dalam strategi pertahanan militer AS terhadap ancaman drone berbiaya murah yang selama ini dinilai efektif menembus sistem pertahanan konvensional.
Scorpion Strike akan mengoperasikan armada drone Sistem Serangan Tempur Nirawak Berbiaya Rendah (LUCAS). Drone ini dirancang untuk dikendalikan secara otonom, berbiaya murah, serta memiliki jangkauan terbang jarak jauh.
Menariknya, LUCAS merupakan hasil rekayasa balik dari drone kamikaze Shahed Iran, yang selama ini dianggap sebagai game changer di berbagai medan konflik, mulai dari Laut Merah hingga Ukraina.
Pembentukan skuadron baru ini dilakukan empat bulan setelah Centcom mengeluarkan perintah percepatan pengembangan teknologi nirawak berbiaya rendah. Langkah tersebut diambil setelah militer AS menilai bahwa senjata murah milik Iran mampu menembus sistem pertahanan udara canggih mereka.
Rekayasa Balik dari Drone Iran
Seorang sumber pejabat pertahanan AS kepada CNN mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan (Pentagon) sempat memperoleh satu unit drone Shahed Iran untuk diteliti secara langsung. Dari hasil penelitian tersebut, Pentagon lalu menggandeng sejumlah perusahaan pertahanan AS untuk mengembangkan sistem tandingan yang serupa namun lebih adaptif.
Hasilnya adalah drone LUCAS, dengan panjang sekitar tiga meter dan desain yang menyerupai Shahed-136. Drone Shahed-136 buatan Iran sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu senjata paling mengganggu stabilitas pertahanan AS dan sekutunya.
Tak hanya digunakan Iran, Shahed juga dioperasikan oleh milisi proksi di Timur Tengah untuk menyerang berbagai pangkalan militer AS di Irak, Suriah, dan Yordania. Selain itu, Rusia juga memanfaatkan drone tersebut untuk menggempur infrastruktur penting Ukraina.
Spesifikasi dan Kekuatan Drone LUCAS
“Drone LUCAS yang dikerahkan oleh CENTCOM memiliki jangkauan yang luas dan dirancang untuk beroperasi secara otonom,” bunyi pernyataan resmi Centcom.
Drone ini dapat diluncurkan menggunakan ketapel, sistem pendorong roket, maupun kendaraan darat bergerak.
Dari sisi biaya, LUCAS tergolong sangat murah untuk ukuran persenjataan AS, yakni sekitar 35.000 dolar AS atau setara Rp584 juta per unit, menjadikannya salah satu sistem nirawak paling ekonomis yang dimiliki militer AS saat ini.
Meski demikian, jumlah pasti drone yang dikerahkan dalam skuadron Scorpion Strike masih dirahasiakan.
Skuadron khusus ini dilaporkan berisi puluhan personel, dengan sebagian besar berasal dari Komando Operasi Khusus AS-Pusat, menandakan bahwa satuan ini disiapkan untuk operasi cepat, presisi tinggi, dan potensi pertempuran intensif.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































