TIMETODAY.ID, JAKARTA – Selama masa kehamilan, banyak hal yang perlu diperhatikan termasuk soal perawatan kulit. Tak sedikit ibu hamil yang ragu, apakah aman tetap memakai skincare? Jawabannya: boleh, kok! Asal tahu mana produk yang aman dan mana yang sebaiknya dihindari.
Kulit memang butuh perawatan, apalagi perubahan hormon selama kehamilan bisa membuat wajah lebih sensitif atau muncul masalah baru, seperti jerawat hingga hiperpigmentasi. Namun, beberapa kandungan dalam skincare ternyata bisa berdampak buruk bagi janin. Yuk, kenali satu per satu agar lebih waspada.
- Paraben
Sering ditemukan pada lotion, sampo, atau pembersih wajah, paraben punya nama lain seperti propylparaben, methylparaben, atau butylparaben. Studi yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health (2021) menyebutkan bahwa paparan paraben bisa memicu risiko bayi lahir prematur, berat badan rendah, hingga dermatitis atopik. Karena itu, sebaiknya hindari produk dengan kandungan ini, ya.
- Retinoid
Kandungan turunan vitamin A ini sering dipakai dalam produk anti-aging, seperti tretinoin atau adapalene. Meski efektif melawan keriput, retinoid bisa menimbulkan risiko cacat lahir seperti gangguan jantung dan hidrosefalus. Saat hamil, lebih baik beralih ke bahan alami yang lebih lembut di kulit.
- Hidrokuinon
Biasanya ditemukan pada krim pencerah kulit, hidrokuinon punya daya serap tinggi ke dalam tubuh. Meski belum ada bukti pasti soal bahayanya pada kehamilan, risiko paparan tinggi terhadap janin tetap perlu diwaspadai. Sebagai alternatif, kamu bisa memilih bahan aktif seperti azelaic acid, kojic acid, atau licorice extract yang lebih aman.
- Phthalates
Kandungan ini sering tersembunyi di balik wewangian parfum dan sampo. Menurut berbagai penelitian, phthalates dapat memengaruhi perkembangan motorik dan bahasa anak. Jadi, sebaiknya pilih produk dengan label “phthalate-free” demi keamanan si kecil.
- Tetracycline
Dikenal sebagai bahan aktif pada obat jerawat, tetracycline dan turunannya seperti doxycycline dapat mengganggu pertumbuhan tulang serta mengubah warna gigi bayi. Karena itu, dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaannya selama kehamilan.
- Oxybenzone
Kandungan ini sering ada di tabir surya karena berfungsi melindungi dari sinar UV. Namun, oxybenzone bisa mengganggu keseimbangan hormon selama kehamilan dan berisiko pada perkembangan janin. Sebagai gantinya, pilih sunscreen berbasis mineral dengan zinc oxide atau titanium dioxide.
- Benzoyl Peroxide
Kerap digunakan dalam produk jerawat, benzoyl peroxide belum terbukti berbahaya, tapi penggunaannya tetap harus hati-hati. Dalam dosis tinggi, bahan ini bisa berdampak negatif pada janin, sehingga lebih baik dikonsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.
- Diethanolamine (DEA)
Biasa ditemukan pada produk rambut, DEA dan turunannya seperti cocamide DEA atau lauramide DEA sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi perkembangan otak janin dan meningkatkan risiko keguguran.
Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk rutinitas kecantikan. Namun, bukan berarti kamu harus berhenti merawat diri. Dengan memilih produk yang tepat dan berkonsultasi pada dokter kandungan atau dermatolog, kamu tetap bisa tampil segar dan percaya diri tanpa khawatir akan keselamatan si buah hati. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : popbela.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































