Warna Ingus Bisa Jadi Tanda Penyakit, Ini Arti di Balik Warna Coklat

ingus
ilustrasi pilek (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perubahan warna ingus mungkin tampak sepele, namun siapa pun yang mendapati lendirnya berubah menjadi coklat tentu akan merasa cemas.

Dalam banyak kasus, warna kecoklatan ini bisa menjadi sinyal dari hal yang sederhana — seperti sisa darah kering — hingga pertanda adanya gangguan pada saluran pernapasan.

Menurut penjelasan medis, warna ingus mencerminkan kondisi saluran napas bagian atas, mulai dari hidung hingga tenggorokan. Normalnya, lendir atau ingus berwarna bening atau sedikit kekuningan.

Advertisement

Namun, perubahan menjadi coklat, hijau, atau bahkan merah bisa muncul karena berbagai sebab.

“Warna coklat pada ingus umumnya berkaitan dengan darah lama, partikel kotoran, atau infeksi yang menyebabkan peradangan di saluran pernapasan,” tulis Alodokter dalam laman kesehatannya.

  1. Sisa darah yang sudah lama

Salah satu penyebab paling umum dari ingus berwarna coklat adalah adanya sisa darah kering yang menempel di saluran napas.

Darah ini biasanya berasal dari luka kecil akibat kebiasaan mengorek hidung, mimisan sebelumnya, atau udara yang terlalu kering. Seiring waktu, darah yang mengering akan bercampur dengan lendir dan menghasilkan warna coklat.

  1. Infeksi saluran pernapasan
Baca Juga :  Kenapa Turun Berok Bisa Terjadi? Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

Infeksi seperti sinusitis kronis atau bronkitis juga bisa membuat ingus berubah warna. Kondisi ini terjadi karena lendir bercampur dengan darah, nanah, atau jaringan yang rusak akibat peradangan.

Jika disertai demam, nyeri wajah, atau sesak napas, besar kemungkinan infeksi menjadi penyebab utamanya.

  1. Paparan polusi

Polusi udara, asap kendaraan, hingga partikel debu dari lingkungan sekitar bisa menempel di lendir hidung. Akibatnya, warna lendir menjadi kecoklatan. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang tinggal di kawasan berdebu atau bekerja di area industri.

  1. Efek samping obat semprot hidung

Penggunaan obat semprot hidung (nasal spray) yang mengandung steroid juga dapat menyebabkan iritasi. Lapisan dalam hidung menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah, sehingga lendir berubah warna akibat bercampur darah kering.

  1. Kondisi medis yang lebih serius

Meski jarang, ingus coklat juga bisa menjadi tanda penyakit paru kronis, cedera hidung, atau infeksi berat yang tidak tertangani. Jika kondisi ini berlangsung lama atau disertai gejala seperti napas berat dan demam tinggi, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Baca Juga :  Nanas, Si Manis yang Bisa Merusak Gigi? Jangan Tertipu Kesegarannya!

Cara Mengatasi di Rumah

Untuk penyebab ringan, beberapa langkah sederhana bisa membantu mempercepat pemulihan:

  • Istirahat cukup dan perbanyak minum air putih.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
  • Hindari mengorek hidung terlalu keras.
  • Gunakan masker di lingkungan berdebu atau berpolusi.
  • Hentikan kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok.

Sebagian besar kasus ingus coklat akan membaik dengan perawatan sederhana. Namun, bila kondisi berlangsung lebih dari 10 hari atau disertai darah segar dalam jumlah banyak, segera temui dokter.

Hal ini penting terutama bagi mereka dengan riwayat gangguan paru, gangguan pembekuan darah, atau daya tahan tubuh rendah.

Karena pada akhirnya, warna ingus bukan sekadar perubahan kecil — melainkan cara tubuh memberi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel