Prancis Dilanda Gelombang Aksi Mogok Massal, 800 Ribu Orang Turun ke Jalan

Prancis
Prancis Dilanda Gelombang Aksi Mogok Massal, 800 Ribu Orang Turun ke Jalan. Foto : x.com/@SputnikIndo

TIMETODAY.ID, PARISPrancis bersiap menghadapi gelombang protes dan mogok massal terkait rencana pemerintah memangkas anggaran. Aksi ini melibatkan berbagai sektor mulai dari guru, masinis kereta, staf rumah sakit, hingga apoteker.

Melansir Reuters, Jumat, 19 September 2025, serikat pekerja menolak rencana pemotongan belanja publik yang dinilai brutal dan tidak adil. Mereka menuntut peningkatan anggaran layanan publik, pajak lebih tinggi bagi kalangan kaya, serta pembatalan perubahan pada dana pensiun negara.

Baca Juga :  Macron Desak Gencatan Senjata Permanen, Kecam Langkah Israel di Gaza

Aksi besar ini menjadi ujian penting bagi Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang baru dilantik. Pemerintah berada di bawah tekanan untuk memperbaiki defisit anggaran, yang tahun lalu hampir dua kali lipat dari batas Uni Eropa sebesar 3 persen.

Advertisement

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan hingga 800.000 orang akan turun ke jalan. Gangguan besar diperkirakan terjadi pada layanan transportasi, termasuk jaringan metro Paris, kereta regional, serta sebagian jalur kereta cepat TGV. Selain itu, satu dari tiga guru sekolah dasar disebut ikut mogok.

Baca Juga :  Kritik Pedas Dubes AS, Prancis Geram dan Balas Tegas

Protes juga datang dari apoteker yang menolak kebijakan baru pemerintah. Survei serikat apoteker USPO menyebut 98 persen apotek berpotensi tutup selama aksi berlangsung.

Untuk mengantisipasi kerusuhan, pemerintah menyiagakan 80.000 aparat keamanan, termasuk unit anti huru-hara, drone, dan kendaraan lapis baja. Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mencegah sabotase dan bentrokan selama demonstrasi.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel