
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor memastikan lonjakan harga ayam potong yang terjadi di sejumlah pasar tradisional bersifat sementara. Pihak dinas memprediksi harga akan kembali stabil pada Oktober 2025.
Kepala Bidang Peternakan Diskanak Kabupaten Bogor, Dodih Prahmadiyan, menjelaskan bahwa kenaikan harga saat ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Fenomena kenaikan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh hari-hari besar seperti peringatan Maulid Nabi, sehingga permintaan meningkat,” ujar Dodih, Kamis (18/9/2025).
Menurut Dodih, faktor harga pakan ternak saat ini masih stabil sehingga tidak menjadi penyebab kenaikan harga ayam.
“Terkait dengan pakan, memang pada kondisi sekarang harganya cenderung stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan,” tambahnya.
Selain itu, pasokan Day Old Chick (DOC) dari pembibitan mengalami penurunan. Kondisi ini membuat sebagian peternak mandiri kesulitan memperoleh suplai ayam, sehingga berdampak pada ketersediaan di pasar.
“Sehingga pasokan ke pasar berkurang, sedangkan permintaan tetap tinggi, ujung-ujungnya harganya naik. Ini murni mekanisme pasar karena kekurangan pasokan,” jelas Dodih.
Meski demikian, Dodih menegaskan bahwa lonjakan harga ini hanya sementara.
“Diperkirakan sekitar bulan Oktober, siklus produksi ayam akan kembali normal. Ini hanya fenomena sementara dan tidak menimbulkan kekhawatiran,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































