Bayi 2,5 Tahun Korban Ambruknya Majelis Taklim di Bogor Kritis

Majelis Taklim
Situasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bogor, Selasa (9/9/2025) Foto : B. Supriyadi/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Seorang bayi berusia 2,5 tahun berinisial RY, korban ambruknya bangunan Majelis Taklim Ashohibiyah di Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih dalam kondisi koma akibat luka parah di kepala. Hingga Selasa (9/9/2025), RY dirawat intensif di ruang ICU RSUD Kota Bogor.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir, mengatakan tim medis mendeteksi adanya pendarahan di kepala korban. Jika kondisi RY membaik, operasi kraniotomi akan dilakukan untuk menghentikan pendarahan di otak.

Baca Juga :  Cabuli Belasan Bocah, Abah Oyan Dituntut 15 Tahun Penjara

“Untuk pasien anak ada pendarahan di kepala, sampai sekarang tidak sadar. Kalau membaik hari ini, kita akan lakukan kraniotomi,” jelas Ilham.

Advertisement

Titin (55), nenek RY, berharap cucunya segera pulih. “Sudah ada perbaikan, mudah-mudahan ada keajaiban,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dirawat di RSUD Kota Bogor bertambah. Hingga pukul 09.00 WIB, rumah sakit menerima total 11 pasien dari musibah tersebut.

Baca Juga :  Desa Wisata Ciamis Ikut Ramaikan Kabogorfest 2025, Bawa Produk Unggulan dan Semangat Kolaborasi Antar Daerah

Pasien terbaru masuk pada Selasa pagi dengan kondisi patah tulang tangan setelah sebelumnya sempat ditangani secara tradisional.

“Pasien baru ini sempat ditangani pengobatan tradisional, tapi ada patah di tangan sehingga dibawa ke RSUD,” kata Ilham.

Dari total 41 korban yang sempat ditangani RSUD Kota Bogor, 10 pasien masih dirawat di ruang perawatan, sedangkan RY menjalani perawatan intensif di ICU.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel