
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pembangunan Tugu Lawang Kori di pusat Cibinong Raya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini memasuki tahap akhir. Struktur yang digadang-gadang menjadi ikon baru kota itu sudah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung pada pekan ketiga September 2025.
Kepala Bidang PSU DPKPP Kabupaten Bogor, Teguh Budiono, menyebutkan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sejak dimulai pada awal Juli lalu. Menurutnya, tidak ada hambatan berarti yang mengganggu proses penyelesaian tugu tersebut.
“Kalau laporan terakhir sudah 95 persen. Targetnya bulan ini selesai, sekitar minggu ketiga September,” kata Teguh, Sabtu (6/9/2025).
Tugu Lawang Kori tidak sekadar monumen fisik, melainkan dirancang untuk menjadi tetenger atau penanda kota. Teguh menjelaskan, tujuan pembangunan ini adalah mempercantik kawasan pusat Cibinong sekaligus menambah nilai estetika kawasan perkotaan.
“Sebenarnya tujuan dibangunnya Lawang Kori ini untuk mempercantik kawasan kota. Itu kan bisa kita anggap sebagai tetengger atau landmark, sehingga memberi nilai tambah estetika bagi Cibinong,” ujarnya.
Dengan posisinya yang berada di ruas utama Cibinong Raya, pemerintah berharap kehadiran tugu ini dapat menumbuhkan kebanggaan warga sekaligus menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Keunikan Tugu Lawang Kori terletak pada desainnya yang sarat makna sejarah. Salah satunya adalah ornamen mahkota Binokasih yang dipasang di puncak tugu. Inspirasi ini diambil dari prosesi kirab masa lampau yang menjadi bagian dari tradisi Kerajaan Pajajaran.
“Supaya bisa dipasang di puncak itu mahkota Binokasih. Yang dulu pernah ada prosesi kirab itu ya, itu sebagai sumber inspirasinya. Mungkin tidak sama persis, tapi idenya dari sana,” terang Teguh.
Selain mahkota, hiasan berbahan plat stainless steel juga memiliki makna filosofis. Material tersebut melambangkan baju pelindung pada masa lalu, simbol ketangguhan dan kekuatan.
“Kemudian hiasan yang dibuat dan tugu yang terbuat dari plat stainless steel, itu semacam melambangkan kalau di zaman itu baju pelindung,” imbuhnya.
Secara arsitektural, Tugu Lawang Kori terdiri dari 14 tiang dengan ukuran berbeda. Empat di antaranya berfungsi sebagai tiang utama yang berdiri kokoh di kanan-kiri separator jalan. Tiang-tiang tersebut nantinya akan dihiasi ornamen mahkota di bagian atasnya, menjadikan tugu ini mudah dikenali dari berbagai sudut pandang.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp4 miliar ini menjadi salah satu infrastruktur ikonik Kabupaten Bogor di bawah program penataan ruang kota.
“Senilai kontraknya, saya kurang hafal angkanya, sekitar Rp4 miliar,” pungkas Teguh.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































