3 Rumah Warga Klapanunggal Hangus Dilalap Api, Berawal dari Percikan Las

klapanunggal
Tiga unit rumah di Kampung Rawa Singa, Desa Klapanunggal, Bogor, ludes dilalap api pada Sabtu (30/8/2025).(Foto: Ist)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Sore itu, suasana tenang di Kampung Rawa Singa, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mendadak berubah mencekam. Asap hitam pekat membubung ke udara, disusul kobaran api yang menjalar cepat dari sebuah bengkel cat dan rangka motor. Dalam sekejap, api melahap tiga rumah warga di sekitarnya, Sabtu (30/8/2025).

Komandan Regu Damkar Cileungsi, Zarkasi Nawawi, menjelaskan titik awal api berasal dari percikan las di bengkel tersebut.

“Pemicunya percikan las, korban jiwa nihil,” ungkapnya.

Advertisement

Kondisi diperparah dengan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam bengkel. Cat dan thinner yang tersimpan di sana menjadi bahan bakar yang mempercepat merambatnya api. Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, menuturkan bahwa bengkel itu sudah beroperasi sejak 2015.

Baca Juga :  Kantor Media Harian PAKAR di Bogor Dibakar 2 Pria Misterius

“Di dalamnya banyak cat dan thinner. Begitu kena api langsung merambat ke mana-mana. Tiga rumah hangus, tapi semua warga selamat,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran pun bergerak cepat. Enam unit mobil damkar dari Cileungsi, Klapanunggal, Gunung Putri, dan Aspek Sumber dikerahkan. Butuh waktu sekitar satu setengah jam bagi tim gabungan untuk menjinakkan api. Hujan deras yang turun sore itu ikut membantu proses pemadaman.

Meski barang-barang sebagian sempat diselamatkan, kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, suasana kepanikan sempat melanda warga, terutama karena rumah-rumah di kawasan tersebut berdempetan.

Baca Juga :  Lokasi Pelayanan SIM Keliling Kota Bogor, Sabtu 23 Maret 2024

“Permukiman di sini rapat dan rumah berdempetan. Untung warga cepat dievakuasi,” tambah Ade.

Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah desa langsung turun ke lokasi. Ade memastikan warganya yang menjadi korban tidak dibiarkan sendirian menghadapi musibah ini.

“Saya bersama perangkat desa hadir untuk mendampingi warga. Pemerintah harus ada di tengah musibah seperti ini,” ucapnya.

Malam harinya, petugas masih melakukan pendinginan di titik-titik rawan. Listrik di sekitar lokasi pun sempat dipadamkan untuk mencegah risiko kebakaran susulan. Kini, puing-puing sisa rumah yang hangus menjadi saksi betapa cepatnya percikan kecil bisa berubah menjadi bencana besar.***

Editor : Syafira

Sumber : Bogortoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel