
TIMETODAY.ID, BOGOR – Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Kabupaten Bogor resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong, Senin (14/7/2025).
Kegiatan ini menandai dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 secara serentak di 62 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Suasana di STIS Cibinong tampak ramai sejak pukul 07.30 WIB, dipadati para orang tua yang mengantar anak-anak mereka.
Para siswa tampak antusias mengenakan seragam merah-putih, siap mengikuti rangkaian MPLS, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan, tes DNA talenta, pelatihan kedisiplinan, hingga pengenalan kartu identitas siswa.
Diketahui, Sekolah Rakyat adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan gratis dan berkualitas. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga di Desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ridwan, salah satu siswa kelas 1 SMP, mengaku senang bisa bergabung.
“Saya senang bisa sekolah di sini. Dekat dari rumah,” kata Ridwan, yang tinggal kurang dari satu kilometer dari lokasi sekolah.
Program Sekolah Rakyat mengusung konsep berbasis asrama, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kurikulumnya menggabungkan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter, termasuk nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.
Selain itu, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat juga menggunakan Learning Management System dan modul daring untuk menjangkau siswa di daerah tertinggal.
Menurut data Kementerian Sosial, selain di 62 titik yang sudah berjalan, sebanyak 37 titik Sekolah Rakyat lainnya dijadwalkan mulai MPLS pada akhir Juli 2025. Total 100 titik tersebut menjadi bagian dari tahap awal implementasi program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini.
Editor: B. Supriyadi



































