TIMETODAY.ID — Suasana duka masih menyelimuti wilayah Texas, Amerika Serikat, usai banjir bandang dahsyat menerjang daerah tersebut. Hingga Minggu (6/7/2025), jumlah korban tewas telah mencapai 32 jiwa. Tragisnya, hampir separuh dari korban adalah anak-anak yang tengah berlibur bersama keluarga di kawasan perkemahan.
“Yang dapat saya sampaikan, sebagai informasi terbaru, ada 32 korban tewas, 18 di antaranya adalah orang dewasa dan 14 adalah anak-anak. Lima orang dewasa masih belum teridentifikasi dan tiga anak-anak masih belum teridentifikasi,” ujar Sheriff Kerr County, Larry Leitha, dalam pernyataan kepada AFP.
Di berbagai penjuru Kerr County, air bah mengalir deras membelah permukiman. Sejumlah video yang dibagikan warga memperlihatkan rumah-rumah yang hanyut, pohon-pohon tumbang, dan kendaraan terseret air berlumpur. Dalam satu malam, wilayah ini diguyur hujan hingga 12 inci—angka yang setara dengan sepertiga dari rata-rata curah hujan tahunan di daerah tersebut.
Para pejabat negara bagian dan otoritas lokal memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati area terdampak. “Banyak jalan masih tidak dapat dilalui,” kata seorang petugas darurat lokal, menambahkan bahwa kawasan perkemahan di sepanjang sungai menjadi titik paling parah terdampak.
Di tengah puing-puing dan tanah berlumpur, tim penyelamat terus bekerja tanpa lelah. Beberapa di antara mereka harus menggunakan perahu karet untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi. Di titik lain, keluarga-keluarga yang selamat tampak duduk di bawah tenda darurat, menanti kabar dari orang-orang tercinta yang belum ditemukan.
Bagi Texas, banjir ini bukan sekadar bencana alam. Ia menjadi luka kolektif yang dalam, terlebih karena banyak anak-anak menjadi korban. Isak tangis menyatu dengan bau tanah basah dan gemuruh sungai yang belum sepenuhnya tenang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































