Panik dan Doa di Tengah Derak: Detik-detik Jembatan Cijeruk Ambruk Saat Dilintasi Puluhan Pengendara

bandung,Jembatan Cijeruk-Baleendah
Jembatan Cijeruk-Baleendah ambruk foto: tangkap layar
TIMETODAY.ID — Suasana pagi yang semula biasa saja di Kabupaten Bandung mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Jumat, 23 Mei 2025, sebuah insiden mengejutkan terjadi ketika Jembatan Cijeruk-Baleendah tiba-tiba ambruk saat sedang dilintasi puluhan pengendara sepeda motor. Video detik-detik kejadian itu viral di media sosial, menggambarkan kekacauan, jeritan, dan upaya penyelamatan diri yang nyaris tanpa waktu berpikir.
Dalam tayangan yang beredar luas, tampak puluhan pengendara motor terhenti mendadak. Mereka tampak panik dan berteriak histeris, tak sedikit yang spontan menyebut nama Allah. Salah seorang pengendara wanita terekam menjerit, “Ya Allah, ya Allah!” saat melihat bagian jembatan mulai runtuh di depan matanya.
Belum ada informasi resmi soal korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tersebut. Namun kejadian ini menyoroti persoalan yang lebih dalam—tentang infrastruktur yang dibiarkan rapuh terlalu lama.
Jembatan yang Sudah Lama Menyerah Diam-diam
Menurut keterangan warga sekitar, jembatan tersebut bukan sekali dua kali menunjukkan tanda-tanda kelelahan struktur. Beberapa papan kayu penyangga terlihat lapuk dan bahkan bergeser jika dilintasi motor. Ketika musim hujan datang, kondisi ini memburuk: licin, goyah, dan tak lagi meyakinkan.
Namun meski tanda-tanda bahaya sudah berkali-kali tampak, suara warga yang melaporkan kondisi jembatan itu nyaris tak mendapat tanggapan. Laporan demi laporan dilayangkan ke pihak terkait, namun yang datang hanyalah keheningan.
“Sudah sering kami laporkan, tapi enggak pernah ditindaklanjuti,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, dengan nada getir.
Bukan Sekadar Jembatan yang Ambruk
Peristiwa ini mengingatkan pada banyak kasus serupa di berbagai daerah: infrastruktur yang tak lagi layak pakai, tapi masih jadi satu-satunya penghubung kehidupan warga. Sebuah berita sebelumnya menyoroti guru SD di Jambi yang mempertaruhkan nyawa setiap hari melintasi jembatan rusak demi mengajar anak-anak desa.
Pertanyaannya selalu sama: harus berapa banyak yang nyaris celaka, atau bahkan kehilangan nyawa, sebelum suara warga benar-benar didengar?
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti ambruknya jembatan Cijeruk-Baleendah masih diselidiki. Namun satu hal yang pasti, tragedi nyaris itu menyisakan trauma bagi warga yang melintas pagi itu. Bagi mereka, Jumat pagi itu bukan sekadar soal jembatan yang runtuh—tetapi tentang nyawa yang nyaris ikut jatuh.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Gagal Nyalip, Pengendara Motor Meninggal Terlindas Dump Truck di Rumpin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel