TIMETODAY.ID, BOGOR – Udara siang di Kelurahan Rangga Mekar, Bogor Selatan, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari yang terik, tetapi karena senyum seorang perempuan sepuh yang menyambut tamunya dengan mata berbinar.
Sri Banon, 84 tahun, sudah tak bisa banyak bergerak. Hari-harinya ia habiskan di atas kasur, ditemani bantal-bantal yang menopang tubuh renta.
Tapi, semangat hidupnya belum surut. Ia masih mendengar dengan baik, dan setiap sorot matanya seperti menyimpan cerita panjang.
Jumat siang, 23 Mei 2025, kediaman sederhana Sri Banon kedatangan sosok istimewa, Yantie Rachim, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor.
Tak ada upacara, tak ada formalitas berlebihan. Hanya tangan yang bersentuhan hangat, senyum yang saling bertukar, dan obrolan sederhana yang membalut ruang dengan keakraban.
“Teh Yantie datang, saya senang sekali. Saya merasa diperhatikan,” lirih Sri Banon.
Mereka berbincang, kadang tertawa kecil. Dalam percakapan itu, Sri Banon tak ragu mencurahkan isi hatinya.
Tentang tubuh yang tak lagi kuat, tentang kerinduan akan hari-hari di masa lalu, dan juga tentang rasa syukurnya karena masih dikelilingi oleh anak-anak yang setia merawat.
Yantie pun menyimak dengan penuh perhatian. Ia tak hanya datang membawa sembako dan pakaian dalam program Nyaah ka Indung dari Pemerintah Kota Bogor, tapi juga membawa martabak kesukaan Sri Banon, hadiah kecil yang membuat matanya berbinar bahagia.
“Saya titip kepada anak-anaknya, jaga dan rawat Ibu dengan penuh kesabaran. Beliau sudah sepuh, dan perhatian kita sangat berarti,” kata Yantie usai pertemuan itu.
Program Nyaah ka Indung bukan sekadar kegiatan berbagi bantuan. Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan batin antara para ASN dan warga lansia yang seringkali terpinggirkan dalam sunyinya usia senja.
“Semoga ini menjadi tali asih di antara kami sebagai ASN pelayan masyarakat dengan warga yang memang perlu disapa dan didengar cerita dan ungkapan hatinya,” tutur Rudy.
Tak hanya itu, Rudy menambahkan, tenaga kesehatan dari puskesmas dan posyandu juga rutin memeriksa kondisi para lansia, terutama mereka yang tidak bisa keluar rumah. Untuk yang sudah tak bisa berjalan, tim medis akan datang langsung ke tempat tinggalnya.
Hari itu, rumah kecil Sri Banon menjadi saksi. Bahwa kasih sayang bisa hadir dalam bentuk yang paling sederhana, kunjungan yang tulus, percakapan yang hangat, dan perhatian yang tak dibuat-buat.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































