TIMETODAY.ID, BOGOR – Sebanyak 1.000 dosis vaksin antraks disuntikkan kepada sapi dan kambing di delapan kecamatan Kabupaten Bogor dalam kegiatan vaksinasi yang berlangsung selama empat hari, yakni pada 5 hingga 9 Mei 2025.
Ketua Tim Pengamatan, Pencegahan, dan Pengendalian Hewan (P3H), drh. Sidho Ediyanto, menyatakan vaksinasi dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Hewan yang tersebar di berbagai wilayah.
“Dilakukan empat hari, tapi itu juga dimaksimalkan. Seribu dosis untuk kemarin, seribu dosis lagi di bulan November mendatang,” ujar Sidho kepada timetoday.id, Selasa (20/5/2025).
Sidho menjelaskan vaksinasi dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Vaksin diberikan kepada ternak sehat sebagai bagian dari preventif, terutama menjelang Iduladha.
“Tujuannya yang pasti memberikan kekebalan ternak, khususnya di daerah endemis, apalagi pas musim jelang kurban karena kita juga ingin memberikan kenyamanan ke masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan vaksin antraks berbeda dengan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah dilakukan pada Februari 2025. Sidho juga menyebut bahwa Kabupaten Bogor tidak mencatatkan kasus antraks baru sejak tahun 2008.
“Kita terakhir itu di tahun 2008, itu juga ternak dari luar, kalau nggak salah dari Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menjelang Iduladha, pihaknya mengimbau penjual hewan kurban untuk memastikan bahwa ternak yang dijual berada dalam kondisi sehat dan disertai surat keterangan kesehatan dari daerah asal.
“Kalau ternak dari luar, ya dilengkapi surat kesehatannya dari daerah asal, dan pastikan benar-benar sehat. Walaupun nanti ada yang sakit di lapak, segera lapor ke petugas terdekat untuk segera ditangani,” pungkas Sidho.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel
Advertisement




































