Logo Google Tiba-Tiba Berubah! Ini Penampakan dan Makna di Baliknya

Google
Logo Google terbaru (kanan). Foto: Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR  – Google melakukan perubahan halus pada logo ikoniknya tanpa pengumuman resmi. Huruf “G” kapital yang selama ini dikenal dengan warna blok solid, kini tampil dengan efek gradasi lembut yang menyatukan empat warna utama—biru, merah, kuning, dan hijau.

Melansir Engadget, Rabu (14/5/2025), logo baru tersebut sudah mulai diterapkan di aplikasi Google untuk perangkat Android dan iOS.

Namun, di beberapa platform lain seperti favicon di browser dan koleksi logo resmi Google untuk media, versi lama masih digunakan.

Menariknya, perubahan ini baru terlihat pada ikon aplikasi Google App. Aplikasi Google lainnya masih menampilkan logo dengan desain lama.

Sementara itu, branding Gemini, AI asisten baru Google juga menunjukkan sentuhan gradasi serupa pada simbol bintangnya.

Berbeda dengan perubahan logo sebelumnya pada 2015 yang disertai kampanye besar, transisi visual kali ini dilakukan secara diam-diam. Padahal, perubahan identitas visual seperti ini biasanya melibatkan proses panjang.

Di tengah pembaruan branding, Google juga tengah menghadapi sanksi besar terkait pelanggaran privasi. Pemerintah negara bagian Texas, Amerika Serikat, memerintahkan Google membayar ganti rugi sebesar USD 1,372 miliar atau sekitar Rp 22,7 triliun.

Mengutip The Verge, Minggu (11/5/2025), gugatan itu berawal dari dua tuntutan hukum pada 2022, yang menuding Google secara ilegal mengumpulkan data pengguna, termasuk data geolokasi, pencarian penyamaran, dan data biometrik.

“Pertama, Google dianggap telah melacak dan mengumpulkan data pribadi pengguna secara tidak sah terkait geolokasi, pencarian penyamaran (Incognito Search), dan data biometrik,” demikian bunyi rilis dari pemerintah negara bagian Texas.

Juru bicara Google, Jose Castaneda, menanggapi penyelesaian tersebut dengan menyebut bahwa sebagian besar tuntutan sudah ditangani di wilayah lain.

“Ini menyelesaikan sejumlah tuntutan lama yang banyak di antaranya telah diselesaikan di tempat lain, terkait kebijakan produk yang telah lama kami ubah. Kami senang dapat melupakannya dan kami akan terus membangun kontrol privasi yang kuat dalam layanan kami,” ujar Castaneda.

Sebagai catatan, pada 2022, Google juga menyepakati pembayaran USD 391,5 juta kepada 40 negara bagian atas tuduhan pelacakan lokasi tanpa izin. Tahun lalu, Meta juga menyetujui penyelesaian senilai USD 1,4 miliar dengan Texas atas pelanggaran privasi wajah dan tag foto.

Editor: B. Supriyadi 

Baca Juga :  Melihat Dekat Phantom Ultimate G Fold, Konsep Ponsel Lipat Masa Depan dari Tecno

Sumber : Berbagai sumber.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel