Taliban Tangkap 14 Warga yang Bernyanyi dan Memainkan Musik di Takhar

Taliban
Pasukan keamanan Taliban berjaga saat peringatan dua tahun kembalinya mereka berkuasa di Afghanistan, Selasa, 15 Agustus 2023. (AP)

TIMETODAY.ID, TAKHAR – Pemerintah Taliban di Afghanistan menangkap 14 orang yang diduga memainkan alat musik dan bernyanyi di ibu kota Provinsi Takhar, pekan lalu. Informasi ini disampaikan Kepolisian Takhar, Sabtu (10/5/2025).

Menurut otoritas setempat, para tersangka berkumpul di rumah warga sipil pada malam hari untuk memainkan musik dan bernyanyi, yang disebut menyebabkan gangguan ketertiban umum. Saat ini, ke-14 orang tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Sejak merebut kekuasaan pada 2021, Taliban melarang segala bentuk musik di ruang publik, termasuk di restoran, kendaraan, pertemuan, media penyiaran, dan pertunjukan langsung. Pemerintah menyatakan musik dianggap sebagai penyebab kerusakan moral dan kekacauan sosial.

Kebijakan ini mengakibatkan penutupan sekolah musik, perusakan alat musik, dan pelarangan pemutaran musik di aula pernikahan. Banyak musisi dan penulis lagu dilaporkan meninggalkan Afghanistan untuk mencari perlindungan dan penghidupan di luar negeri.

Sebagai alternatif, Taliban mendorong mantan musisi untuk menulis puisi atau melantunkan lagu-lagu Islami tanpa iringan musik, satu-satunya bentuk hiburan musikal yang diizinkan selama pemerintahan mereka, termasuk pada periode 1996–2001.

Hingga saat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait larangan musik tersebut.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Gempa M 8,7 Guncang Rusia, Jepang Siaga Tsunami 3 Meter

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel