TIMETODAY.ID — Di antara sorak-sorai para suporter dan gemerlap lampu stadion Samsan World Gymnasium, satu nama bergema lebih dari yang lain: Megawati Hangestri Pertiwi. Namun kali ini, sorakan itu tak hanya untuk merayakan prestasi di lapangan, tapi juga sebagai salam perpisahan penuh haru.
Setelah dua musim cemerlang bersama Red Sparks di Liga Voli Korea, Megawati memutuskan pulang ke Indonesia—bukan karena cedera, bukan karena performa, tetapi demi satu alasan mulia: merawat sang ibu yang sedang sakit.
Langkah ini disambut dengan hati terbuka oleh klub asal Daejeon tersebut.
“Kami mendukung keputusan Megawati dan berharap dapat bekerja sama dengannya lagi suatu hari nanti,” tulis Red Sparks dalam pernyataan resminya, dikutip dari Naver Sport.
Bagi Red Sparks, Megawati bukan sekadar pemain asing yang datang dan pergi. Ia adalah simbol dedikasi, kerja keras, dan kehangatan manusiawi. Klub menggambarkannya sebagai sosok yang bukan hanya unggul di lapangan, tapi juga mudah bergaul dan punya kepribadian hebat.
“Dia merupakan pemain yang berdedikasi tinggi,” lanjut pernyataan tersebut.
Jejak Megawati di Korea: Lebih dari Sekadar Statistik
Kiprah Megawati di Red Sparks bukan hanya soal angka, tetapi tentang dampak yang ia tinggalkan. Di musim pertamanya di V-League, ia langsung mencetak sejarah: peringkat pertama pencetak poin di tim (736 poin), peringkat keempat secara keseluruhan dalam efektivitas serangan (43,95 persen), dan mengantarkan Red Sparks finis di posisi ketiga klasemen reguler 2023/24.
Ia juga menjadi pemain asing yang tak hanya disegani, tetapi dicintai. Di media sosial, tagar “Megawati” ramai digunakan oleh penggemar Korea. Banyak yang menjulukinya sebagai “Volleyball Queen of Daejeon”.
Namun segalanya harus berhenti sejenak. Final melawan Pink Spiders pada 8 April 2025 menjadi laga terakhirnya bersama Red Sparks—pertandingan dramatis yang berakhir 2-3, menempatkan Red Sparks sebagai runner-up Liga Voli Korea 2024/25.
Masa Depan Masih Panjang, Tapi Prioritas Sudah Jelas
Menurut laporan Naver Sport, keputusan Megawati untuk tidak memperpanjang kontrak didasarkan pada alasan keluarga. Ia ingin tinggal di Jember, kota kelahirannya, untuk merawat ibunda tercinta yang tengah sakit. Langkah ini mencerminkan sisi lain dari seorang atlet: bahwa di balik ketenaran dan performa, mereka tetaplah anak dari seorang ibu.
Meski belum ada pengumuman resmi tentang klub barunya, beberapa tim voli Indonesia dikabarkan siap menampung Megawati. Tak menutup kemungkinan pula, ia akan kembali merumput di level Asia Tenggara.
Namun untuk saat ini, Megawati memilih pulang. Pulang bukan untuk mundur, melainkan untuk menjadi kuat dari sumber kekuatannya sendiri: keluarganya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































