TIMETODAY.ID — Ketika suara peluit terakhir dibunyikan dan lampu-lampu stadion mulai meredup, nama Megawati Hangestri Pertiwi masih terus menggema. Bukan hanya di Korea Selatan, tapi juga di tanah airnya, Indonesia. Musim ini, ia bukan sekadar pemain asing di liga elite Korea. Ia adalah raja poin, pengukir sejarah.
1.020 poin. Sebuah angka yang mungkin terdengar seperti statistik video game, tapi bagi Megawati, itu adalah hasil dari kerja keras, konsistensi, dan ketangguhan mental dalam 40 laga penuh tekanan.
Dari Jember ke Panggung Asia
Atlet kelahiran Jember, 20 September 1999, itu dikenal dengan julukan “Megatron” oleh fans Red Sparks. Bukan tanpa alasan. Ledakan smes-nya bisa mengguncang pertahanan lawan. Di musim 2024/2025, Megawati tampil garang sejak awal.
Ia mencetak 802 poin di babak reguler, menjadi top 3 pencetak poin terbanyak, hanya kalah dari Gyselle Silva (1.008 poin) dan Victoria Danchak (910 poin). Namun, keunggulan Megawati terletak pada konsistensi hingga babak championship, fase yang tak bisa dijangkau oleh dua pesaingnya itu.
Di fase penentuan, Megawati menambahkan 218 poin, dengan 65 poin di semifinal dan 153 poin di partai final. Hasil yang tidak hanya mengantar Red Sparks ke puncak, tetapi juga mengokohkan Megawati sebagai top skor keseluruhan Liga Voli Korea musim ini.
Lebih Tajam dari Musim Lalu
Angka ini terasa makin luar biasa jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Pada 2023/2024, Megawati mengumpulkan total 797 poin dari fase reguler dan championship. Artinya, musim ini ia melonjak 223 poin—sebuah peningkatan drastis yang membuktikan bahwa Megawati bukan hanya mampu bertahan, tapi berkembang pesat di kompetisi luar negeri.
Pertandingan yang Tak Terlupakan
Di antara 40 pertandingan yang ia lakoni, ada satu laga yang menjadi momen ikonik: laga melawan IBK Altos pada 14 Januari 2025, di mana Megawati mencetak 44 poin dalam satu pertandingan. Sebuah performa luar biasa yang mencerminkan ketajamannya sebagai opposite spiker andalan.
Sementara itu, catatan terendahnya—12 poin saat melawan AI Peppers pada 19 Februari—hanya menjadi jeda kecil dalam perjalanan yang hampir sempurna.
Statistik yang Berbicara
- Total pertandingan: 40
- Total poin: 1.020
- Rata-rata poin per pertandingan: 25,5
- Poin terbanyak dalam satu laga: 44
- Poin tersedikit: 12
Bukan Sekadar Angka
Lebih dari angka, performa Megawati adalah simbol dari sesuatu yang lebih besar: kebangkitan voli Indonesia di panggung internasional. Ia membuktikan bahwa atlet Tanah Air bisa bersaing di liga profesional luar negeri, bahkan menjadi pemain paling produktif.
Kini, publik menanti, apakah Megawati akan kembali ke Red Sparks musim depan? Atau ada klub besar lain yang tengah mengincarnya?
Apa pun jawabannya, satu hal pasti: nama Megawati Hangestri Pertiwi sudah tercatat dalam sejarah Liga Voli Korea.
Dan bagi generasi muda Indonesia, ia bukan hanya atlet voli. Ia adalah simbol harapan dan bukti bahwa mimpi bisa dijangkau siapa saja yang berani melangkah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































