Menelisik Angka 13 Baju Tahanan yang Dipakai Eki, Pelaku Pembunuhan Tantenya di Bogor

Eki
Ini tampang RFR alias Eki (28), (baju orange) pelaku pembunuh tantenya saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mako Polresta Bogor Kota, Jawa Barat, Senin (7/3/2025). Foto : timetoday.id.

TIMETODAY.ID, BOGOR – RFR alias Eki (28) ditangkap polisi usai diketahui melakukan penganiayaan terhadap tantenya hingga tewas di Jalan Amarilis 1 Blok 10 No. 7, Kelurahan Kedungwarigin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (6/4/2025).

Saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (7/4/2025) Eki terlihat memakai baju tahanan angka 13 berwarna orange.

Sebagian orang meyakini bahwa angka 13 membawa kesialan sehingga sebaiknya dihindari. Ketakutan terhadap angka ini dikenal sebagai triskaidekaphobia.

Advertisement

Karena kekhawatiran tersebut, tak sedikit orang enggan menggunakan angka 13 dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya, banyak gedung yang sengaja tidak memiliki lantai ke-13 karena dianggap bisa mendatangkan malapetaka.

Namun, tidak semua orang menganggap angka 13 sebagai simbol kesialan. Lalu, dari mana asal kepercayaan bahwa angka 13 membawa nasib buruk? Simak ulasan berikut ini.

Asal Mula Angka 13 Dianggap Sial

Dilansir dari History, anggapan bahwa angka 13 adalah angka sial bisa ditelusuri kembali ke salah satu dokumen hukum tertua, yaitu Kode Hammurabi. Pada dokumen tersebut, aturan ke-13 tampak hilang dari daftar.

Akan tetapi, penghilangan itu ternyata hanya kesalahan dari penerjemah awal dokumen yang tidak berhasil menyatukan satu baris teks. Perlu diketahui, daftar hukum tersebut tidak ditulis dalam angka secara berurutan.

Baca Juga :  Link Download Lirik dan Maskot Serta Jingle Pemilu 2024

Selain itu, kisah dari Mitologi Nordik juga turut memperkuat pandangan negatif terhadap angka 13. Diceritakan, 12 dewa sedang menikmati jamuan makan malam ketika tamu ke-13 yang tak diundang, yaitu Loki sang dewa penipu, datang dan menyebabkan kekacauan. Pada malam itu, Loki membunuh Dewa Baldur menggunakan panahnya.

Dalam kepercayaan Kristen, muncul pula keyakinan bahwa angka 13 memiliki konotasi buruk karena Yudas Iskariot, pengkhianat Yesus, adalah tamu ke-13 dalam Perjamuan Terakhir. Keesokan harinya, Yudas mengkhianati Yesus hingga akhirnya ditangkap dan disalib.

Menurut Live Science, ada juga yang mengaitkan angka 13 sebagai angka sial karena letaknya yang berada setelah angka 12. Dalam numerologi, angka 12 dianggap sebagai angka sempurna yang merepresentasikan keteraturan, kesempurnaan, dan keharmonisan. Contohnya, 12 rasul Yesus, 12 dewa Olympus, 12 hewan zodiak China, dan 12 bulan dalam setahun.

Sebaliknya, angka 13 dianggap sebagai angka ganjil yang tidak serasi dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Ketakutan Ekstrem terhadap Angka 13

Mengutip dari University of California, para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 10 persen warga Amerika Serikat mengalami ketakutan terhadap angka 13.

Rasa cemas tersebut bahkan bisa meningkat tajam jika hari Jumat bertepatan dengan tanggal 13—kondisi ini dikenal sebagai paraskevidekatriaphobia.

Baca Juga :  MENJAGA CITRA BOGOR, LANGKAH KONKRET KEAMANAN WISATAWAN

Ketakutan semacam ini ternyata berdampak negatif pada sektor ekonomi. Di AS, fobia terhadap angka 13 menyebabkan kerugian sekitar 800 juta dolar AS setiap tahunnya. Penyebabnya, banyak orang memilih menunda aktivitas seperti bepergian, menikah, atau bahkan masuk kerja ketika tanggal menunjukkan angka 13.

Hanya Dianggap Sial di Budaya Barat

Persepsi bahwa angka 13 membawa nasib buruk lebih banyak ditemukan di negara-negara Barat, khususnya di Amerika Serikat.

Mengutip dari Stress Management Center and Phobia Institute yang berbasis di Asheville, North Carolina, lebih dari 80 persen gedung pencakar langit di AS tidak memiliki lantai bernomor 13.

Bahkan, banyak rumah sakit, hotel, dan bandara menghindari penggunaan nomor 13 untuk kamar atau gerbang.

Uniknya, budaya Mesir kuno justru menganggap angka 13 sebagai angka keberuntungan. Pandangan serupa juga ada dalam budaya Tionghoa, di mana angka 13 dipercaya melambangkan kemajuan dan semangat hidup yang terus tumbuh ke arah positif.

Demikian penjabaran mengenai mitos angka 13 yang kerap dikaitkan dengan kesialan. Semoga menambah wawasan dan sudut pandang baru. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel