
TIMETODAY.ID, MALANG – Sejumlah pedagang makanan khas Lebaran di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, mengeluhkan penurunan drastis pembeli pasca Lebaran 2025.
Kondisi ini menyebabkan omzet mereka menurun signifikan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kerugian hingga terpaksa membuang dagangan ketupat yang tidak terjual.
Melansir beritasatu.com, Iin, salah seorang pedagang makanan khas Lebaran, mengungkapkan bahwa penjualan berbagai makanan seperti ketupat, lontong, lepet, dan lainnya mengalami penurunan yang signifikan sejak Hari Raya Idulfitri.
“Kondisi pasar sangat sepi sejak Lebaran, penjualan turun jauh dibandingkan sebelum Lebaran,” ujar Iin, Kamis (3/4/2025).
Sebelum Lebaran, Iin mampu menjual hingga 3.000 ketupat per hari. Namun, saat ini ia hanya menyediakan sekitar 300 ketupat per hari, dan tidak semuanya laku terjual.
Sisa ketupat yang tidak habis biasanya dikukus kembali untuk dijual keesokan harinya. Meskipun demikian, Iin mengaku sempat merugi karena harus membuang ketupat yang sudah basi setelah dua hari tidak terjual.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Siti Aminah, pedagang lainnya. Ia merasakan penurunan omzet lebih dari 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Ketupat yang saya buat tiga hari lalu saja belum laku, sudah layu seperti ini,” kata Siti Aminah sambil menunjukkan ketupat dagangannya.
Siti Aminah menuturkan bahwa keuntungannya menurun drastis. Jika pada Lebaran 2024 ia bisa mendapatkan sekitar Rp 250.000 per hari, kini hanya sekitar Rp 100.000 per hari.
Ia menduga penurunan daya beli masyarakat disebabkan oleh kondisi ekonomi yang sedang lesu.
“Pasar sepi, ekonomi sedang sulit. Banyak pedagang yang mengeluh, apalagi harga bahan pangan sekarang mahal,” pungkas Siti. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































