Dedi Mulyadi Tanya Efek Larangan Angkot, Begini Jawaban Kapolres

Dedi Mulyadi
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro. Foto : tangkapan layar kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memantau perkembangan kondisi lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, setelah pemberlakuan larangan operasional angkutan kota (angkot) selama libur Lebaran 2025.

Pemantauan dilakukan melalui sambungan telepon langsung dengan Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Dalam percakapan yang disiarkan melalui kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel dan dikutip, Kamis (3/4/2025), Dedi Mulyadi menanyakan dampak dari kebijakan pelarangan angkot beroperasi.

Advertisement

“Gimana perkembangan setelah ada pemberlakuan sopir-sopir diliburkan setelah hari raya, ada efek eggak?” tanya Gubernur Dedi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolres AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan bahwa larangan beroperasi bagi angkot selama libur Lebaran 2025 memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas di Jalur Puncak.

“Ada efek bapak, kita bisa melihat perkembangan hari ini kendaraan bisa berputar tidak ada stuck. Terima kasih bapak atas bantuannya,” ujar Rio.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Sampaikan Harapan dan Pesan untuk Kepemimpinan Baru Bogor

Meskipun demikian, Kapolres Rio mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan adanya sopir angkot yang melanggar aturan tersebut.

“Ada kita temukan dua sopir angkot yang masih beroperasi, sudah kita beri tindakan bersama Dishub,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rio melaporkan bahwa Polres Bogor memberlakukan sistem one way (satu arah) di Jalur Puncak untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran 2025 dan kondisi arus lalu lintas terpantau lancar.

“Tidak ada kejadian yang fatal, tidak ada kecelakaan lalu lintas, masyarakat happy dan mudiknya merasa aman dan nyaman,” katanya.

Gubernur Dedi Mulyadi kemudian menanyakan perbandingan kondisi lalu lintas di Jalur Puncak pada libur Lebaran tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya ketika angkot masih bebas beroperasi.

Baca Juga :  Bupati Bogor, Pemprov Jabar, dan Pemkot Bogor Teken MoU Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan

“Ada perbedaan. Pertama, jumlah kendaraan. Kedua, tidak ada stuck atau terhenti,” jawab Rio.

Rio menambahkan bahwa tidak terjadi kemacetan parah di Jalur Puncak selama arus mudik Lebaran kali ini, berbeda dengan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia memprediksi kepadatan arus lalu lintas di Jalur Puncak akan terjadi mulai hari ini hingga Sabtu (5/4/2025) seiring dengan banyaknya masyarakat yang berwisata mengisi libur Lebaran.

Setelah mendengar laporan dari Kapolres Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan rencananya untuk turun langsung memantau puncak arus balik Lebaran 2025 di Jalur Puncak. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel