TIMETODAY.ID — Gambar-gambar hasil kecerdasan buatan (AI) kini tengah menjadi tren di media sosial. Salah satu fitur terbaru dari ChatGPT memungkinkan pengguna menciptakan gambar dengan gaya khas Studio Ghibli, yang langsung menjadi perdebatan di kalangan pecinta seni dan industri kreatif.
Generator Gambar ChatGPT dan Viralitasnya
OpenAI, pengembang platform ChatGPT, baru saja meluncurkan generator gambar terbaru pada ChatGPT-4o. Fitur ini memungkinkan pengguna menciptakan visual dalam berbagai gaya, termasuk animasi khas Studio Ghibli, yang dikenal dengan warna cerah dan karakter ekspresif ala dunia dongeng.
Fitur ini tersedia baik untuk pengguna layanan gratis maupun premium, dan sejak diperkenalkan, gambar-gambar ala Ghibli menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna memanfaatkannya untuk mengubah potret diri, foto hewan peliharaan, hingga tokoh politik dalam balutan gaya khas animasi Jepang tersebut.
CEO OpenAI, Sam Altman, menjadi orang pertama yang mempopulerkan tren ini dengan mengunggah foto dirinya dalam gaya anime Studio Ghibli di media sosial X (sebelumnya Twitter). Ia juga membagikan foto bersama insinyur OpenAI, Gabriel Goh, yang mengembangkan fitur tersebut.
“Ini adalah hasil kerja keras yang sungguh-sungguh dari @gabeeegoooh. Selamat Gabe, kerja yang luar biasa!” tulis Altman, dikutip dari BBC, Rabu (2/4/2025).
CEO X, Elon Musk, turut meramaikan tren dengan membagikan gambar dirinya sebagai monyet Rafiki dari The Lion King, yang sedang menggendong anjing kecil. “Tema hari ini,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Studio Ghibli dan Warisan Animasi Dunia
Studio Ghibli adalah studio animasi ternama asal Jepang, didirikan oleh Hayao Miyazaki, Isao Takahata, dan produser Toshio Suzuki pada 15 Juni 1985. Studio ini telah menciptakan berbagai film animasi yang diakui dunia, memenangkan banyak penghargaan, termasuk Oscar dan Golden Bear.
Miyazaki pernah menyampaikan visinya dalam membuat film animasi: “Saya tidak ingin membuat film yang menimbulkan perasaan buruk. Saya ingin membuat film yang mengatakan bahwa hidup ini layak dijalani.”
Film Spirited Away (2001) menjadi salah satu karya paling ikonik, memenangkan Oscar untuk Film Animasi Terbaik pada 2003 dan Golden Bear pada 2002.
Studio Ghibli terus menghasilkan film yang memiliki daya tarik mendalam dan filosofis, yang kini menjadi inspirasi bagi banyak kreator dan seniman digital.
AI Mengubah Peristiwa Bersejarah ke Gaya Ghibli
Tak hanya untuk foto pribadi, pengguna media sosial juga mulai mengubah berbagai peristiwa bersejarah ke dalam gaya animasi Studio Ghibli.
“Gambar-gambar ini memberikan nuansa canggih dan anehnya penuh nostalgia, seolah-olah adegan dari kenangan lama,” tulis seorang pengguna X.
Beberapa gambar yang menjadi viral termasuk ilustrasi perdebatan di Gedung Putih antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden AS Donald Trump, dan Wakil Presiden JD Vance. Ada juga ilustrasi versi Ghibli dari tragedi 11 September 2001 serta kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022 dengan Lionel Messi mengangkat trofi.
Kontroversi Hak Cipta dan Kekhawatiran Seniman
Popularitas fitur AI ini juga menuai perdebatan terkait hak kekayaan intelektual. Sejumlah artis Hollywood, termasuk Ben Stiller dan Paul McCartney, telah melaporkan OpenAI dan Google ke otoritas AS, menuduh mereka menggunakan karya seni tanpa izin.
Di media sosial, beberapa pengguna mengkritik penggunaan AI untuk menciptakan gambar bergaya Ghibli. “Menggunakan AI untuk meniru gaya khas Ghibli tanpa izin adalah bentuk pencurian. Ini tidak etis dan harus dihentikan,” tulis seorang pengguna X.
OpenAI menanggapi kritik ini dengan menyatakan bahwa mereka memahami kekhawatiran para seniman dan berupaya menyesuaikan kebijakan penggunaan agar tetap dalam batasan etika yang dapat diterima. Hingga kini, Studio Ghibli belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tren ini.
Hayao Miyazaki dan Pandangannya terhadap AI
Di tengah perdebatan, kembali muncul komentar lama Hayao Miyazaki mengenai peran AI dalam animasi. Dalam dokumenter Never-Ending Man: Hayao Miyazaki (2016), ia menanggapi sebuah demo animasi AI yang menampilkan gerakan tubuh menyeret diri menggunakan kepala.
“Saya benar-benar merasa jijik,” ujar Miyazaki. “Saya tak ingin menggunakan teknologi ini dalam karya saya.”
Miyazaki juga menambahkan bahwa teknologi ini, menurutnya, tidak memahami rasa sakit dan emosi manusia. “Siapa pun yang menciptakan hal ini sama sekali tidak memahami apa itu rasa sakit. Saya benar-benar merasa bahwa ini merupakan penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.”
Kesimpulan
Fenomena gambar AI bergaya Ghibli ini menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan semakin berkembang dan memengaruhi dunia seni. Meskipun memicu antusiasme, tren ini juga menimbulkan perdebatan mengenai hak cipta, orisinalitas, dan dampak AI terhadap industri kreatif.
Dengan belum adanya regulasi yang jelas, masa depan AI dalam dunia seni masih menjadi tanda tanya besar. Akankah teknologi ini menjadi alat kolaboratif bagi seniman, atau justru mengancam kreativitas autentik? Waktu yang akan menjawab.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































