Jejak Banjir Bandang di Arab Saudi, dari Tragedi 2009, 2022, hingga 2025

banjir bandang
Arab Saudi pernah diterjang banjir besar pada 2009. Foto : Tangkapan Layar Twitter @Febrie_

TIMETODAY.ID Banjir bandang yang kembali melanda sejumlah wilayah di Arab Saudi pada Selasa (7/1/2025) menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.

Meskipun curah hujan di wilayah ini umumnya rendah, intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir telah memicu banjir besar, termasuk yang baru-baru ini terjadi.

Sejarah mencatat, Arab Saudi pernah menghadapi tragedi serupa dengan dampak yang jauh lebih besar pada tahun 2009.

Advertisement

Banjir Bandang 2022

Menurut Pusat Meteorologi Nasional (NCM), curah hujan yang melanda Arab Saudi pada Kamis (24 November 2022) mencapai 179 milimeter dalam waktu enam jam, jauh melebihi rata-rata curah hujan di wilayah tersebut.

Hujan deras yang disertai petir ini terjadi sejak pukul 08.00 pagi hingga 14.00 waktu setempat, mengakibatkan dua korban jiwa.

Meski jumlah korban terbilang kecil dibandingkan dengan bencana sebelumnya, kejadian ini menjadi pengingat nyata bahwa perubahan pola cuaca dapat berdampak signifikan.

Baca Juga :  Kabupaten Bogor Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Banjir 2009

Tiga belas tahun sebelumnya, pada 25 November 2009, banjir besar melanda Jeddah, Arab Saudi, yang menjadi salah satu bencana paling mematikan di kawasan itu dalam 27 tahun terakhir.

Hujan dengan curah lebih dari 90 milimeter menyebabkan sedikitnya 122 orang tewas dan merusak sekitar 3.000 kendaraan.

Kerugian bisnis akibat banjir ini diperkirakan mencapai satu miliar riyal (US$270 juta).

Pemukiman miskin di selatan Jeddah, termasuk daerah sekitar Universitas Raja Abdulaziz, menjadi wilayah yang paling terdampak.

Tragedi ini terjadi pada musim haji, tepat dua hari sebelum perayaan Idul Adha, yang dikenal sebagai hari raya haji.

Jeddah, sebagai pintu masuk utama bagi jamaah asing yang tiba melalui udara dan laut, mengalami kekacauan logistik.

Jalan tol Haramain, yang menghubungkan Bandara Internasional Raja Abdulaziz dengan Makkah, terpaksa ditutup.

Baca Juga :  BNPB Catat 1.942 Kejadian Bencana Alam Landa Indonesia Sepanjang Tahun 2024

Ribuan jamaah terlantar, dan bagian dari jembatan Jamia di timur Jeddah runtuh.

Meski hujan besar juga melanda Makkah dan Mina, tempat utama pelaksanaan ibadah haji, aktivitas ibadah tetap berjalan dengan penyesuaian.

Pada hari pertama pelaksanaan haji, para jamaah harus menghadapi kondisi hujan deras di Mina dan Makkah, yang kemudian berlanjut dengan cuaca panas terik di Bukit Arafah pada hari kedua.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa tidak ada korban banjir dari kalangan jamaah haji.

Namun, bencana ini memengaruhi jumlah jamaah asing yang melakukan ibadah haji. Pada 2009, terdapat sekitar 1,6 juta jamaah asing, termasuk 200.000 jamaah dari Indonesia.

Sebagian warga lokal memilih membatalkan ibadah haji karena khawatir terhadap masalah kesehatan dan keselamatan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel