TIMETODAY.ID, BOGOR – DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memastikan Pemkab telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang memicu kekeringan di beberapa wilayah.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim mengatakan, Pemkab Bogor telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk bersiaga menangani potensi kekeringan tersebut.
“Kekeringan, BPBD, Dinas Permukiman, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menyiagakan hal itu,” kata Agus Salim, Rabu (15/7/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan, hingga saat ini tercatat ada lima titik yang mengalami kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring musim kemarau yang masih berlangsung.
“Kemarin ada lima titik, mungkin akan berkembang, pemerintah akan siaga,” ujarnya.
Agus menjelaskan, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah terdampak. Selain itu, Pemkab Bogor juga berencana membangun sumur bor baru apabila ditemukan titik kekeringan yang belum memiliki sumber air.
“Pengiriman air sudah (dilakukan). Kalau tahun sebelumnya, titik itu sudah banyak sumur bor. Kalau ada titik baru lagi, maka kami usahakan sumur bor baru lagi,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat musim kemarau telah menyebabkan 7.791 jiwa terdampak kekeringan sejak 10 Juni hingga 7 Juli 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan sebanyak 85.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































