Saudi Qatar Murka atas Rencana Perluasan Wilayah Israel

Qatar
ilustrasi Bendera Qatar dan Arab Saudi (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, dua negara Teluk Arab Saudi dan Qatar kompak mengirimkan pesan tegas kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Visi “Greater Israel” atau “Israel Raya” yang digaungkan Netanyahu bukan hanya memicu kemarahan, tapi juga dianggap sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan.

Melalui pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita SPA pada Kamis (14/8/2025), Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina memiliki hak historis dan hukum untuk mendirikan negara merdeka di tanah mereka sendiri, sebagaimana diatur hukum internasional.

Advertisement

“Pelanggaran terang-terangan Israel merusak legitimasi internasional, melanggar kedaulatan negara, serta mengancam perdamaian dan keamanan, baik di tingkat kawasan maupun global,” bunyi peringatan Riyadh.

Nada serupa terdengar dari Doha. Dikutip Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pernyataan Netanyahu sebagai kelanjutan dari sikap “arogan” Israel yang memicu krisis dan melanggar hukum internasional.

Baca Juga :  Di Panggung PBB, Menlu Arab Saudi Desak Dunia Akhiri Aneksasi Israel

Qatar juga memperingatkan bahwa retorika semacam ini “berisiko memicu kekerasan dan kekacauan lebih lanjut di kawasan” dan menegaskan bahwa “hal itu tidak akan melemahkan hak sah negara dan rakyat Arab.”

Kedua negara Teluk ini juga menyerukan solidaritas internasional untuk menanggapi “provokasi” tersebut, sembari menegaskan komitmen pada perdamaian yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Sumber kemarahan Saudi dan Qatar berawal dari wawancara Netanyahu dengan saluran Israel i24, sebagaimana dilaporkan The Times of Israel pada Selasa (12/8). Dalam sesi itu, pewawancara Sharon Gal menunjukkan sebuah peta yang disebut sebagai “Tanah yang Dijanjikan” dan menanyakan apakah Netanyahu merasa “terhubung” dengan visi “Israel Raya”.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Ganggu Perdagangan, Permintaan Sawit RI Mulai Turun

Jawaban Netanyahu lugas. Dikutip Middle East Eye, ia menyebut dirinya tengah menjalankan “misi bersejarah dan spiritual” dan merasa “sangat” terhubung dengan gagasan tersebut.

Meski peta itu tidak ditampilkan, istilah “Israel Raya” dipahami luas sebagai visi ekspansionis yang mencakup sebagian wilayah Palestina, Lebanon, Yordania, Mesir, dan Suriah—wilayah yang oleh kelompok ultra-nasionalis Israel dianggap bagian dari masa depan negara itu.

Pernyataan Netanyahu ini, yang beriringan dengan rencana operasi militer di Gaza, menjadi pemicu gelombang kecaman baru di dunia Arab. Bagi Riyadh dan Doha, visi ini bukan sekadar wacana politik, tetapi alarm bahaya yang mengancam masa depan kawasan.

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel