TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (19/6/2026) pagi. Mata uang Indonesia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.30 WIB, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp17.818. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 24 poin atau sekitar 0,13 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pergerakan ini mencerminkan masih kuatnya sentimen yang mendukung mata uang AS di pasar keuangan internasional.
Terhadap dolar Australia, dolar AS menguat sekitar 0,03 persen. Mata uang AS juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01 persen terhadap euro.
Sementara di kawasan Asia, dolar AS naik 0,07 persen terhadap dolar Singapura dan menguat 0,11 persen terhadap yuan China. Penguatan juga terjadi terhadap baht Thailand yang tercatat sebesar 0,12 persen.
Di sisi lain, yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang mampu menguat terhadap dolar AS. Mata uang Negeri Sakura itu tercatat naik sekitar 0,12 persen terhadap dolar AS.
Adapun terhadap ringgit Malaysia, dolar AS menunjukkan penguatan paling besar di antara mata uang regional yang diamati, yakni mencapai 0,27 persen.
Pergerakan ini menandakan dolar AS masih mempertahankan dominasinya di pasar valuta asing global. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan Dolar AS terhadap Mata Uang Global
- Rupiah: naik 0,13% ke Rp17.818 per dolar AS
- Dolar Australia: naik 0,03%
- Euro: naik 0,01%
- Dolar Singapura: naik 0,07%
- Yuan China: naik 0,11%
- Yen Jepang: turun 0,12%
- Baht Thailand: naik 0,12%
- Ringgit Malaysia: naik 0,27%
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































