Ciri-Ciri Diabetes Saat Bangun Tidur, dari Haus Berlebihan hingga Kesemutan

Bangun tidur
ilustrasi Diabetes. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTABangun tidur dengan tubuh yang terasa lelah, mulut kering, atau rasa haus berlebihan sering kali dianggap sebagai kondisi normal. Padahal, beberapa keluhan yang muncul pada pagi hari bisa menjadi sinyal bahwa kadar gula darah dalam tubuh sedang tidak terkendali.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan berisiko memicu berbagai komplikasi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.

Pola makan tinggi gula dan karbohidrat, kurang aktivitas fisik, serta faktor genetik menjadi beberapa penyebab yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.

Advertisement

Karena gejalanya sering muncul secara perlahan dan menyerupai keluhan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari tanda-tanda awal penyakit ini. Salah satu waktu yang cukup sering memperlihatkan gejala diabetes adalah saat pagi hari setelah bangun tidur.

Berikut sejumlah gejala diabetes yang perlu diwaspadai:

1. Kadar gula darah meningkat saat pagi hari

Salah satu kondisi yang kerap dialami penderita diabetes adalah meningkatnya kadar gula darah pada dini hari hingga pagi, yang dikenal sebagai dawn phenomenon atau fenomena fajar.

Kondisi ini umumnya terjadi antara pukul 04.00 hingga 08.00 pagi. Peningkatan kadar gula darah dipicu oleh pelepasan hormon alami tubuh, seperti kortisol dan hormon pertumbuhan, yang dapat meningkatkan resistensi insulin.

Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih tinggi ketika seseorang baru bangun tidur.

Baca Juga :  Bangun Tidur Punggung Terasa Kaku? Gerakan 1 Menit Ini Bisa Membantu

2. Rasa haus yang tidak biasa

Sering merasa sangat haus saat bangun tidur juga bisa menjadi tanda kadar gula darah yang tinggi.

Ketika kadar glukosa meningkat, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Proses tersebut menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga memicu dehidrasi dan rasa haus berlebihan.

3. Lebih sering buang air kecil

Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hingga dini hari, merupakan salah satu gejala diabetes yang cukup umum.

Kelebihan gula dalam darah menarik cairan lebih banyak ke dalam urine sehingga produksi urine meningkat. Kondisi ini membuat penderita lebih sering terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi dan merasakan kandung kemih penuh saat pagi hari.

4. Tubuh tetap lelah meski sudah tidur

Tidur yang cukup seharusnya membuat tubuh terasa segar saat bangun. Namun pada penderita diabetes, rasa lelah sering kali tetap muncul meski telah beristirahat semalaman.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Selain itu, gangguan tidur akibat sering buang air kecil juga dapat memperparah kelelahan.

Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena tubuh terasa kurang bertenaga sejak pagi.

5. Mulut terasa kering

Mulut kering saat bangun tidur juga dapat menjadi salah satu tanda diabetes.

Tingginya kadar gula darah membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan, sehingga produksi air liur berkurang. Akibatnya, mulut terasa kering, lengket, dan tidak nyaman ketika baru memulai aktivitas di pagi hari.

Baca Juga :  Martabak Manis Teflon Takaran Sendok: Camilan Empuk dan Lembut, Anti-Gagal!

6. Mudah lapar setelah bangun tidur

Rasa lapar yang muncul berlebihan meski sudah makan cukup pada malam sebelumnya patut mendapat perhatian.

Kondisi yang dikenal sebagai polifagia ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup akibat gangguan kerja insulin. Akibatnya, otak menganggap tubuh masih kekurangan energi dan memicu keinginan untuk makan lebih banyak.

7. Kesemutan pada tangan dan kaki

Keluhan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki juga dapat menjadi tanda awal komplikasi diabetes yang disebut neuropati diabetik.

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan saraf yang dipicu tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang. Sensasi kesemutan biasanya terasa lebih jelas saat bangun tidur, terutama jika posisi tidur memberikan tekanan pada saraf selama beberapa jam.

Jangan Abaikan Gejala yang Terjadi Berulang

Munculnya satu atau dua gejala di atas belum tentu menandakan seseorang mengalami diabetes. Namun, jika keluhan terjadi berulang, disertai penurunan berat badan tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, atau mudah lelah sepanjang hari, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengendalikan kadar gula darah sekaligus mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kerusakan saraf. Dengan penanganan yang tepat, penderita diabetes tetap dapat menjalani hidup sehat dan produktif.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel