
TIMETODAY.ID, BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani krisis air bersih yang terjadi di SD Negeri 05 Lulut, Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung meninjau kondisi sekolah melalui program Kami Mendengar, Senin (27/7/2026), sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Dalam kunjungan tersebut, Rudy menemukan persoalan utama yang dihadapi sekolah berupa keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan empat toilet yang tersedia di sekolah tidak dapat digunakan.
“Yang menjadi skala prioritas saat ini adalah ketersediaan air bersih. Sekolah ini hanya memiliki empat toilet, namun seluruhnya tidak dapat digunakan karena tidak ada pasokan air. Ketika semangat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi, sementara infrastruktur pendidikannya masih terbatas, di situlah pemerintah harus hadir dan bergerak cepat,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, SD Negeri 05 Lulut menjadi salah satu sekolah yang membutuhkan penanganan segera setelah dilakukan pemantauan langsung di lapangan. Selain persoalan air bersih, sekolah tersebut juga masih menerapkan sistem belajar dua sesi karena keterbatasan ruang kelas.
Dengan jumlah enam rombongan belajar dan lebih dari 300 siswa, kegiatan pembelajaran harus dibagi menjadi dua waktu setiap harinya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Bogor akan melakukan pengeboran sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekolah. Berdasarkan kajian teknis, sumber air berada pada kedalaman sekitar 80 hingga 100 meter sehingga membutuhkan pengeboran khusus.
“Insyaallah mulai minggu depan kami langsung melakukan pengeboran sumur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Disperkim untuk mempercepat pelaksanaannya,” kata Rudy.
Sambil menunggu proses pengeboran selesai, Pemkab Bogor mengerahkan bantuan mobil tangki air dan toilet bergerak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekolah.
Rudy menyebut persoalan kekeringan juga dialami sejumlah sekolah dan pondok pesantren di wilayah sekitar. Namun, SD Negeri 05 Lulut menjadi prioritas karena kondisi pasokan air bersih sudah tidak tersedia.
Selain penanganan infrastruktur, Rudy juga memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dan mendapat masukan langsung dari para siswa.
Ia mengatakan, Program Kami Mendengar dirancang agar setiap persoalan masyarakat yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti, bukan hanya menjadi laporan administratif.
“Melalui Program Kami Mendengar, kami ingin persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti menjadi laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti bersama. Ada yang siap membantu pembangunan toilet, ada yang mendukung perluasan lahan, dan ada yang berkontribusi melalui program CSR. Membangun Kabupaten Bogor adalah tanggung jawab bersama, karena kekuatan terbesar kita adalah masyarakat Kabupaten Bogor,” tutup Rudy.
Pemkab Bogor memastikan penanganan krisis air bersih di SD Negeri 05 Lulut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, terutama di tengah dampak musim kemarau.***
Editor : Syafira
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































