Skin Barrier Rusak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

skin barrier
ilustrasi kulit sensitif. Foto: magnific

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Masalah kulit seperti eksim dan kerusakan skin barrier semakin sering dikeluhkan masyarakat, terutama saat cuaca berubah secara ekstrem. Kondisi tersebut dapat membuat kulit menjadi kemerahan, kering, gatal, hingga lebih sensitif terhadap berbagai iritasi.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa kemerahan yang berlangsung selama berminggu-minggu dapat menjadi salah satu tanda skin barrier atau lapisan pelindung kulit sedang mengalami kerusakan.

“Merah yang kayak gini tuh kayak sebulan atau sebulan lebih lah. Siapa yang sering ngalamin ini nih? Di mana ini adalah tanda skin barrier kamu lagi rusak,” ujar dr. Aditya melalui unggahan di akun Instagramnya.

Advertisement

Eksim Dipicu Berbagai Faktor

Menurut dr. Aditya, eksim merupakan salah satu gangguan kulit yang paling sering muncul akibat rusaknya skin barrier. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga berbagai pemicu lain seperti kehilangan cairan berlebih pada kulit, gangguan sistem imun, hingga paparan lingkungan dan cuaca panas.

Baca Juga :  Tips Merawat Gigi di Bulan Ramadan: Hindari Gigi Berlubang dan Sensitivitas

“Jadi salah satu yang paling sering dialami adalah eksim. Yang ini disebabkan karena banyak hal: kehilangan air berlebih atau transepidermal water loss, terus gangguan sistem imun, faktor lingkungan, atau cuaca yang lagi panas, bahkan sampai skin barrier-nya yang lagi rusak,” jelasnya.

Saat lapisan pelindung kulit rusak, kelembapan alami kulit lebih mudah menguap atau dikenal sebagai transepidermal water loss (TEWL). Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, serta kekambuhan eksim.

Cara Membantu Memulihkan Skin Barrier

Untuk membantu meredakan peradangan, dr. Aditya menyarankan penggunaan pelembap yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Produk yang mengandung Panthenol (Vitamin B5) dan Cica Complex dinilai dapat membantu menenangkan kulit sekaligus memperkuat lapisan pelindungnya.

Baca Juga :  Prancis Selatan Dilalap Api, 980 Petugas dan 14 Pesawat Dikerahkan

Selain itu, pilih pelembap yang telah teruji secara dermatologis, bebas alkohol, dan tidak mengandung pewangi agar risiko iritasi semakin kecil.

Jangan Tunda Konsultasi ke Dokter

Meski perawatan mandiri dapat membantu mengurangi gejala ringan, dr. Aditya mengingatkan bahwa eksim yang tidak membaik atau justru semakin parah tetap memerlukan penanganan dokter spesialis kulit.

“Tapi ingat satu hal, kalau misalnya kondisi eksim kalian ini makin parah, tetap harus konsultasi ke dokter kulit dulu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kemerahan atau iritasi yang berlangsung lama. Penanganan sejak dini penting dilakukan untuk mencegah kondisi berkembang menjadi infeksi kulit atau komplikasi lain yang lebih serius.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel