Prancis Selatan Dilalap Api, 980 Petugas dan 14 Pesawat Dikerahkan

Prancis selatan
Pohon-pohon terbakar saat kebakaran hutan terjadi di dekat Narbonne, Prancis selatan, 6 Agustus 2025. (foto: Dok. REUTERS/Manon Cruz)

TIMETODAY.ID, PRANCIS — Langit Prancis selatan memerah pada Selasa malam ketika kobaran api melalap perbukitan Corbières di wilayah Aude, dekat perbatasan Spanyol. Sedikitnya 4.000 hektar lahan hangus terbakar, dalam salah satu insiden kebakaran hutan terbesar di wilayah itu tahun ini.

Kebakaran hebat ini tak hanya menghancurkan lahan terbuka, tetapi juga menjalar ke permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan rusak, dua orang terluka, dan satu di antaranya dalam kondisi kritis.

“Satu di antaranya kritis,” kata otoritas setempat, seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/8/2025).

Advertisement

Perkampungan, termasuk area perkemahan, sebagian harus dievakuasi. Beberapa jalur lalu lintas ditutup guna menghindari dampak lebih luas.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rabu, 7 Agustus 2024: Bogor Diprediksi Hujan Lebat

Cuaca menjadi musuh utama dalam upaya pemadaman. Angin kencang dan kondisi alam yang kering mempercepat laju api, menyulitkan ratusan petugas yang bekerja di lapangan.

“Kebakaran menyebar sangat cepat karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ini adalah salah satu daerah terkering di departemen tersebut dan anginnya kencang,” ujar Lucie Roesch, Sekretaris Jenderal Prefektur Aude kepada AFP.

Untuk menahan amukan api, Prancis mengerahkan sekitar 980 petugas pemadam kebakaran yang bekerja siang dan malam, dibantu oleh 14 pesawat pengebom air. Meski begitu, upaya ini bukan tanpa tantangan.

Baca Juga :  Perairan Indonesia Berjaga, BMKG Ingatkan Risiko Gelombang Tinggi Akibat Siklon

“Malam ini akan panjang,” tambah Roesch, mengisyaratkan betapa beratnya perjuangan tim penyelamat.

Kebakaran semacam ini bukan hal baru bagi wilayah Aude. Dalam beberapa tahun terakhir, departemen ini mengalami peningkatan signifikan dalam luas area yang terbakar. Penyebab utamanya adalah minimnya curah hujan dan berkurangnya lahan kebun anggur, yang dulu menjadi penghalang alami penyebaran api.

Kondisi ini mencerminkan ancaman serius dari perubahan iklim dan pentingnya tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan di kawasan-kawasan rawan bencana. Sementara itu, tim penyelamat masih berjibaku memadamkan api dan mencegah agar tidak semakin meluas ke desa-desa lainnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com, AFP

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel