
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti kegiatan Verifikasi Lanjutan Tingkat Pusat Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang digelar secara hybrid di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, belum lama ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian dalam ajang Kota Sehat Tingkat Nasional, yang menilai capaian daerah terhadap sembilan tatanan kehidupan kota sehat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyatakan bahwa Kota Bogor telah masuk dalam nominasi penilaian tingkat nasional. Ia menyebut ada beberapa catatan dari tim pusat yang perlu segera diperbaiki.
“Dari 136 indikator, sekitar 20 indikator masih perlu dilengkapi atau dikoreksi, terutama terkait regulasi dan kelengkapan unggahan dokumen,” kata Denny.
Denny menargetkan Kota Bogor dapat meraih penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara. Ia optimistis kekurangan tersebut dapat diperbaiki dalam waktu dua hari ke depan, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, menambahkan bahwa pihaknya selama dua tahun terakhir telah aktif menyosialisasikan konsep kota sehat ke seluruh kelurahan. Ia menyebut Forum Kota Sehat turut membantu penyampaian informasi mengenai indikator yang belum terpenuhi agar dapat segera dilengkapi.
Setelah verifikasi dokumen, tim pusat dijadwalkan akan melakukan verifikasi lapangan ke sejumlah lokus di Kota Bogor pada akhir Agustus atau awal September 2025. Penilaian akhir akan mempertimbangkan kesesuaian antara dokumen dan kondisi faktual di lapangan.
Kegiatan verifikasi ini diikuti jajaran Pemkot Bogor secara langsung, sementara tim penilai pusat hadir secara daring melalui Zoom.
Sebagai informasi, Swasti Saba Wistara merupakan predikat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil memenuhi standar sebagai wilayah yang sehat.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































