TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kembali terungkap. Kali ini, praktik joki berhasil dibongkar di pusat ujian Universitas Negeri Surabaya berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Kasus ini terdeteksi setelah sistem AI menemukan kemiripan wajah hingga 95 persen pada dua data peserta yang berbeda. Temuan tersebut langsung memicu kecurigaan tim penyelenggara sebelum ujian berlangsung.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pelaku diduga menggunakan foto lama dari pendaftaran tahun sebelumnya untuk mendaftar ulang dengan identitas berbeda.
“Tim kami mencurigai adanya penggunaan foto lama dari pendaftaran tahun sebelumnya yang digunakan kembali dengan identitas berbeda tahun ini. Analisis AI membantu kami melakukan verifikasi data secara presisi sebelum ujian berlangsung,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan tertentu yang menyediakan jasa joki. Ia dibekali dokumen palsu, mulai dari KTP hingga ijazah yang telah dimanipulasi, lengkap dengan stempel yang tampak asli.
Untuk memastikan temuan tersebut, pihak kampus melakukan verifikasi silang ke sekolah asal peserta. Langkah ini dilakukan guna menguatkan dugaan adanya pemalsuan data.
Pihak Unesa pun mengingatkan para peserta agar tidak tergoda menggunakan cara-cara instan yang melanggar aturan. Selain berisiko tinggi, sistem seleksi saat ini dinilai semakin ketat dan sulit ditembus.
“Sistem seleksi saat ini telah dirancang dengan pengawasan yang sangat ketat, sehingga kejujuran dan persiapan akademik yang matang merupakan satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan dalam UTBK,” tegas Martadi.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































