TIMETODAY.ID, JAKARTA — Anak kerap meminta dibelikan mainan, camilan, atau barang yang diinginkan. Dalam situasi tersebut, banyak orang tua spontan mengatakan, “Kita tidak punya uang” atau “Kita tidak mampu membelinya” untuk menghentikan rengekan anak.
Meski terdengar sederhana, para psikolog menilai kalimat tersebut sebaiknya tidak menjadi kebiasaan. Cara orang tua berbicara tentang uang dapat memengaruhi cara anak memahami kondisi keuangan keluarga dan membentuk pola pikir mereka terhadap finansial sejak usia dini.
Menurut American Psychological Association (APA) yang dikutip Times of India, uang merupakan salah satu topik yang jarang dibicarakan secara terbuka di dalam keluarga. Padahal, pemahaman anak mengenai uang mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Anak belum memiliki cara berpikir yang sama seperti orang dewasa. Ketika berulang kali mendengar kalimat “kita tidak punya uang”, mereka bisa menganggap keluarganya benar-benar sedang mengalami kesulitan ekonomi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa cemas yang sebenarnya tidak perlu.
Karena itu, psikolog menyarankan orang tua menggunakan kalimat yang lebih edukatif agar anak memahami bahwa keputusan membeli sesuatu berkaitan dengan prioritas, bukan semata-mata karena tidak memiliki uang.
1. “Saat ini uangnya dipakai untuk kebutuhan yang lain”
Kalimat ini membantu anak memahami bahwa setiap keluarga memiliki prioritas dalam mengelola pengeluaran. Dengan begitu, anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi meski uang tersedia.
Cara ini juga menanamkan kebiasaan membuat keputusan finansial berdasarkan kebutuhan yang lebih penting.
2. “Kita perlu menabung dulu, ya”
Mengajak anak menabung mengajarkan konsep delayed gratification, yaitu kemampuan menunda kesenangan demi mencapai tujuan di masa depan.
Menurut APA, kemampuan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam membentuk kebiasaan mengelola keuangan yang sehat. Selain melatih kesabaran, anak juga belajar bahwa mendapatkan sesuatu memerlukan proses dan perencanaan.
3. “Masukkan ke daftar hadiah ulang tahunmu”
Apabila barang yang diinginkan bukan kebutuhan mendesak, orang tua dapat mengajak anak memasukkannya ke dalam daftar hadiah untuk ulang tahun atau momen istimewa lainnya.
Respons ini menunjukkan bahwa keinginan anak tetap dihargai tanpa harus langsung dipenuhi. Anak pun belajar bahwa ada waktu yang tepat untuk memperoleh sesuatu serta tidak semua keinginan harus segera terwujud.
Mengganti kalimat “tidak punya uang” dengan penjelasan yang lebih positif dapat membantu anak membangun pemahaman yang sehat tentang pengelolaan keuangan. Selain mengurangi kecemasan, cara ini juga mengajarkan pentingnya menentukan prioritas, menabung, dan menghargai proses dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































