TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidak semua orang memiliki kelompok pertemanan yang tetap. Ada sebagian individu yang mudah bergaul dengan banyak orang, namun tidak merasa benar-benar menjadi bagian dari satu lingkaran pertemanan tertentu. Fenomena ini dikenal dengan istilah floater friend.
Dalam kehidupan sehari-hari, floater friend sering terlihat akrab dengan berbagai kelompok. Mereka dapat diterima di banyak lingkungan, mulai dari sekolah, kampus, hingga tempat kerja. Namun, kedekatan yang terjalin umumnya tidak berkembang menjadi hubungan yang sangat erat dengan satu kelompok tertentu.
Menurut sejumlah psikolog, floater friend menggambarkan seseorang yang mampu berpindah di antara berbagai lingkaran sosial dengan nyaman tanpa harus terikat secara eksklusif pada satu kelompok. Karakter ini membuat mereka mudah membangun relasi dengan banyak orang.
Ciri-Ciri Floater Friend
Beberapa tanda yang kerap muncul pada seorang floater friend antara lain sering diundang menghadiri berbagai acara, tetapi jarang dilibatkan dalam proses perencanaannya. Mereka juga dikenal oleh banyak orang, namun hanya memiliki sedikit teman yang benar-benar memahami kehidupan pribadinya.
Selain itu, mereka biasanya mudah mengobrol dengan siapa saja, tetapi hubungan tersebut tidak selalu berlanjut menjadi persahabatan yang lebih dekat. Dalam berbagai kegiatan sosial, mereka cenderung hadir sebagai bagian dari kelompok tanpa menjadi sosok yang paling menonjol.
Tidak sedikit pula floater friend yang terbiasa datang dan pulang dari suatu acara seorang diri, meski selama kegiatan berlangsung mereka dapat berinteraksi dengan banyak orang.
Faktor yang Memengaruhi
Psikolog menilai ada berbagai faktor yang dapat membentuk karakter floater friend. Selain dipengaruhi kepribadian, pengalaman hidup juga memiliki peran besar.
Seseorang yang sering berpindah tempat tinggal, berganti sekolah, atau memiliki pekerjaan dengan mobilitas tinggi umumnya lebih terbiasa membangun hubungan dengan banyak orang tanpa memiliki ikatan yang mendalam. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru.
Di sisi lain, sebagian orang memang merasa lebih nyaman berada di “pinggiran” kelompok dibandingkan harus membangun hubungan yang sangat dekat dengan orang lain.
Bukan Selalu Hal Negatif
Meski kerap dianggap tidak memiliki sahabat dekat, menjadi floater friend bukan berarti seseorang mengalami kesulitan bersosialisasi.
Justru, mereka sering kali memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas dan mampu berinteraksi dengan berbagai karakter.
Kondisi tersebut juga memberikan kesempatan untuk mengenal beragam sudut pandang, memperluas pengalaman sosial, serta membantu proses mengenali diri sendiri melalui interaksi dengan banyak orang.
Para ahli menilai tidak ada yang salah dengan menjadi floater friend selama seseorang tetap memiliki hubungan sosial yang sehat dan merasa nyaman dengan cara membangun pertemanannya.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki gaya bersosialisasi yang berbeda, dan kedekatan tidak selalu diukur dari seberapa besar kelompok pertemanan yang dimiliki.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































