TIMETODAY.ID, JAKARTA — Wallpaper menjadi salah satu pilihan favorit untuk mempercantik interior rumah tanpa harus melakukan renovasi besar. Beragam pilihan warna, tekstur, hingga motif mampu mengubah tampilan ruangan menjadi lebih menarik dalam waktu singkat.
Namun, keindahan wallpaper tidak hanya ditentukan oleh desainnya. Teknik pemasangan juga berperan besar dalam menghasilkan dinding yang rapi dan tahan lama. Kesalahan kecil saat pemasangan dapat menyebabkan pola tidak sejajar, muncul gelembung udara, hingga wallpaper mudah terkelupas.
Agar hasil pemasangan lebih maksimal, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Tidak menghitung kebutuhan wallpaper dengan benar
Banyak orang hanya menghitung luas permukaan dinding saat membeli wallpaper. Padahal, proses penyambungan motif membutuhkan tambahan material karena ada bagian yang harus dipotong agar pola tetap menyatu.
Membeli wallpaper sekitar 10–15 persen lebih banyak dari kebutuhan dapat menjadi langkah antisipasi jika terjadi kesalahan pemasangan atau diperlukan penggantian di kemudian hari. Cara ini juga menghindari risiko perbedaan warna apabila harus membeli gulungan tambahan dari produksi yang berbeda.
“Lebih baik mengeluarkan sedikit biaya tambahan sekarang daripada harus menghadapi banyak stres di kemudian hari,” ujar Lior Kahana, Operations Manager di 123 Remodeling.
2. Memilih wallpaper tanpa mempertimbangkan kondisi ruangan
Setiap jenis wallpaper memiliki karakteristik yang berbeda. Wallpaper berbahan kertas, misalnya, kurang cocok dipasang di area dengan tingkat kelembapan tinggi seperti kamar mandi karena lebih mudah rusak.
Sebaliknya, wallpaper berbahan vinyl lebih tahan terhadap air sehingga lebih sesuai digunakan pada ruangan yang sering terkena uap atau lembap. Selain material, ukuran motif juga perlu disesuaikan dengan luas ruangan agar tampilannya tetap proporsional.
3. Mengabaikan persiapan permukaan dinding
Permukaan dinding yang masih berdebu, lembap, retak, atau memiliki cat yang mengelupas dapat mengurangi daya rekat wallpaper. Akibatnya, wallpaper lebih mudah menggelembung atau terlepas.
Sebelum pemasangan dimulai, pastikan dinding sudah dibersihkan dan diratakan. Bila diperlukan, gunakan primer agar permukaan memiliki daya serap yang sesuai sehingga perekat bekerja lebih optimal.
“Fungsi utama primer wallpaper adalah menciptakan permukaan yang seragam dan memiliki daya serap yang sesuai agar perekat wallpaper dapat menempel dengan baik,” kata Tim Toot, Technical Manager di York Wallcoverings.
4. Tidak membuat garis panduan
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah langsung memasang lembar pertama tanpa membuat garis acuan.
Padahal, dinding rumah belum tentu benar-benar tegak lurus. Jika pemasangan pertama sedikit miring, posisi wallpaper berikutnya akan ikut bergeser sehingga pola terlihat tidak sejajar.
Menggunakan waterpass atau membuat garis vertikal sebagai panduan dapat membantu menjaga setiap lembar wallpaper tetap lurus sejak awal.
“Jika kamu tidak menggunakan waterpass atau garis plumb sebagai titik awal, pola wallpaper akan mulai miring. Saat kamu menyadarinya, biasanya semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki,” ujar Lior Kahana.
5. Menempel wallpaper baru di atas wallpaper lama
Sebagian orang memilih cara praktis dengan memasang wallpaper baru di atas lapisan lama. Padahal, metode ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gelembung udara hingga wallpaper yang mudah terlepas.
Sebelum memasang wallpaper baru, sebaiknya lepaskan seluruh lapisan lama terlebih dahulu. Selain membuat hasil pemasangan lebih kuat, langkah ini juga memberi kesempatan untuk memperbaiki kondisi dinding apabila terdapat kerusakan.
6. Menyesuaikan pola saat wallpaper sudah ditempel
Menyamakan motif setelah wallpaper menempel di dinding justru dapat menyulitkan proses pemasangan. Selain memakan waktu lebih lama, wallpaper juga berisiko tertarik terlalu kencang sehingga pola menjadi kurang presisi.
Sebaiknya susun dan cocokkan motif setiap lembar di lantai terlebih dahulu sebelum dipotong sesuai ukuran. Dengan cara ini, sambungan pola akan terlihat lebih rapi dan proses pemasangan menjadi lebih mudah.
7. Terburu-buru dan membiarkan sisa lem menempel
Memasang wallpaper membutuhkan ketelitian. Terlalu terburu-buru dapat menyebabkan munculnya kerutan, gelembung udara, maupun sambungan yang kurang sempurna.
Setelah seluruh wallpaper selesai dipasang, segera bersihkan sisa perekat menggunakan spons atau kain lembap. Jika dibiarkan mengering, lem dapat meninggalkan noda yang mengganggu tampilan wallpaper.
Meski terlihat sederhana, tahap akhir ini sangat berpengaruh terhadap hasil keseluruhan.
Dengan persiapan yang matang dan teknik pemasangan yang tepat, wallpaper dapat bertahan lebih lama sekaligus membuat ruangan terlihat lebih rapi dan estetik. Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut juga membantu menghemat biaya perbaikan maupun penggantian wallpaper di kemudian hari.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































