TIMETODAY.ID, JAKARTA — Berlibur ke Eropa menjadi impian banyak orang berkat kekayaan sejarah, arsitektur yang memukau, museum ternama, hingga panorama alam yang menawan. Namun, di balik pesonanya, sejumlah destinasi wisata populer juga dikenal memiliki tingkat pencopetan yang cukup tinggi, terutama di lokasi yang dipadati wisatawan.
Pelaku pickpocket biasanya memanfaatkan kelengahan turis yang sedang menikmati pemandangan, berfoto, atau sibuk menggunakan ponsel. Aksi mereka berlangsung sangat cepat sehingga korban sering kali baru menyadari kehilangan barang beberapa saat setelah kejadian. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
1. Gunakan tas antimaling dan kenakan di bagian depan
Saat mengunjungi kawasan wisata, stasiun kereta, atau alun-alun yang ramai, pilih tas antimaling (anti-theft bag) yang dilengkapi resleting tersembunyi, bahan tahan sayat, serta tali yang kuat. Sebaiknya kenakan tas di bagian depan tubuh agar barang bawaan selalu berada dalam pengawasan.
Hindari menyimpan ponsel, dompet, maupun paspor di kantong belakang celana atau saku luar yang mudah dijangkau orang lain. Semakin sulit akses menuju barang berharga, semakin kecil peluang pencopet menjadikannya sebagai sasaran.
2. Jangan terlalu larut menggunakan ponsel atau kamera
Mengabadikan momen memang menjadi bagian dari liburan. Namun, terlalu fokus mengambil foto atau merekam video dapat membuat kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar berkurang.
Jika ingin memotret dalam waktu cukup lama, pilih lokasi yang relatif aman dan tidak terlalu padat. Setelah selesai digunakan, segera simpan kembali ponsel atau kamera ke dalam tas dan hindari membawanya di tangan saat berjalan di keramaian.
3. Kenali berbagai modus pengalihan perhatian
Di kawasan wisata, pencopet sering beraksi secara berkelompok. Salah satu pelaku bertugas mengalihkan perhatian korban, misalnya dengan meminta tanda tangan, menawarkan bantuan, menjatuhkan barang, atau sengaja menabrak saat berjalan.
Apabila mengalami situasi seperti itu, tetap tenang dan segera pastikan tas serta barang berharga masih berada di tempatnya. Jika merasa ada yang mencurigakan, tidak ada salahnya menolak dengan sopan lalu menjauh dari lokasi tersebut.
4. Pisahkan penyimpanan uang dan dokumen penting
Jangan menyimpan seluruh uang tunai, kartu pembayaran, dan paspor dalam satu dompet atau satu tas. Sebaiknya bagi ke beberapa tempat agar jika terjadi kehilangan, kamu masih memiliki cadangan untuk melanjutkan perjalanan.
Penggunaan money belt atau dompet tipis yang dikenakan di balik pakaian juga bisa menjadi pilihan untuk menyimpan paspor dan sebagian uang tunai. Sementara itu, bawalah uang secukupnya di dompet utama untuk kebutuhan sehari-hari.
5. Waspadai lokasi yang rawan pencopetan
Transportasi umum, stasiun kereta, terminal bus, pusat perbelanjaan, hingga antrean masuk objek wisata merupakan lokasi yang paling sering menjadi sasaran pickpocket. Keramaian membuat pelaku lebih mudah beraksi tanpa menarik perhatian.
Sebelum berangkat, cari informasi mengenai area yang dikenal rawan pencopetan di kota tujuan. Dengan mengetahui titik-titik tersebut, kamu bisa lebih siap menjaga barang bawaan dan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas.
Menjaga keamanan barang pribadi merupakan salah satu kunci agar liburan tetap menyenangkan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko menjadi korban pencopetan dapat diminimalkan sehingga kamu bisa menikmati keindahan berbagai destinasi di Eropa dengan lebih tenang.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































