BYD Bidik Takhta Raja Otomotif Dunia, Andalkan Mobil Listrik dan Teknologi AI

BYD
BYD. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memasang target ambisius untuk menjadi perusahaan otomotif terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan. Optimisme tersebut disampaikan langsung Chairman sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan perusahaan yang digelar pada 9 Juni 2026.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa BYD tidak hanya ingin mempertahankan dominasinya di pasar kendaraan listrik, tetapi juga menantang posisi para raksasa otomotif global yang selama ini dikuasai pabrikan Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.

Menurut Wang, ekspansi BYD di pasar internasional menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ia menilai produk-produk BYD memiliki daya saing tinggi berkat kombinasi harga yang kompetitif, teknologi yang terus berkembang, serta pengalaman pengguna yang semakin baik.

Advertisement

Target Ekspor Berpotensi Lampaui Proyeksi

Manajemen BYD mengungkapkan bahwa target penjualan luar negeri yang sebelumnya ditetapkan sebesar 1,6 juta unit pada 2026 berpeluang terlampaui. Optimisme tersebut didasarkan pada tren permintaan yang terus meningkat di sejumlah kawasan serta semakin luasnya jaringan pemasaran perusahaan di berbagai negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, BYD memang agresif memperluas pasar ke Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan. Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan utama perusahaan di luar pasar domestik China.

Siap Sambut Era Mobil Otonom

Selain fokus pada ekspansi global, BYD juga menaruh perhatian besar pada pengembangan teknologi kendaraan pintar.

Wang menilai kendaraan masa depan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat transportasi, melainkan akan berkembang menjadi platform berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mampu berinteraksi dan mengambil keputusan secara mandiri.

Baca Juga :  Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bogor, Minggu 3 November 2024

Saat ini, BYD disebut telah memiliki lebih dari 3,15 juta kendaraan yang dibekali teknologi intelligent driving dan beroperasi di berbagai negara.

Menurut Wang, teknologi mengemudi otonom Level 3 (L3) dan Level 4 (L4) akan hadir lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Ia menegaskan bahwa BYD telah mempersiapkan seluruh elemen pendukung, mulai dari chipset, algoritma, hingga ekosistem data yang dibutuhkan.

“Begitu regulasi disetujui, BYD siap bergerak lebih cepat,” ujar Wang.

Untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut, perusahaan juga telah membangun pusat pelatihan dan pengembangan di sejumlah wilayah strategis, termasuk Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

Teknologi Jadi Senjata Utama

Dalam presentasinya kepada para pemegang saham, Wang menegaskan bahwa kekuatan utama BYD terletak pada penguasaan teknologi inti.

Ke depan, perusahaan akan mengandalkan berbagai inovasi seperti baterai Blade generasi kedua, teknologi pengisian daya ultra cepat, hingga sistem kendaraan pintar yang dikembangkan secara mandiri.

Menurutnya, kombinasi berbagai teknologi tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan ganda yang mendorong penjualan BYD baik di pasar domestik maupun internasional.

Meski sejumlah investor menyoroti margin keuntungan yang masih tipis di pasar China, Wang tetap optimistis terhadap prospek perusahaan. Ia bahkan menyebut BYD telah berhasil membangun citra premium di sejumlah pasar internasional seperti Australia, Eropa, dan Amerika Selatan.

Baca Juga :  Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bogor, Selasa 15 Oktober 2024

“Mobil merupakan produk yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia. Karena itu, teknologi harus menjadi fondasi utama,” katanya.

Masih di Peringkat Keenam Dunia

Meski memiliki target besar, jalan BYD menuju posisi puncak industri otomotif global masih cukup panjang.

Berdasarkan data penjualan kendaraan global sepanjang 2025 yang dirilis Bloomberg, posisi produsen otomotif terbesar dunia masih ditempati oleh Toyota Motor Corporation dengan total penjualan mencapai 11,2 juta unit.

Di bawah Toyota, terdapat Volkswagen Group dengan 8,68 juta unit, disusul Hyundai Motor Group yang mencatatkan penjualan 7,27 juta unit.

Sementara itu, General Motors berada di posisi keempat dengan 6,18 juta unit dan Stellantis di peringkat kelima dengan 5,48 juta unit.

BYD sendiri menempati posisi keenam dunia dengan penjualan sekitar 4,6 juta unit sepanjang 2025. Di belakangnya terdapat Ford Motor Company yang mencatat 4,4 juta unit serta Geely Holding Group dengan 4,12 juta unit.

Sementara dua pabrikan Jepang lainnya, Honda Motor Co. dan Nissan Motor Co., melengkapi daftar 10 besar produsen otomotif dunia.

Dengan pertumbuhan agresif di pasar global dan fokus pada teknologi kendaraan listrik serta mobil otonom, BYD kini bersiap menantang dominasi para pemain lama. Target menjadi produsen otomotif terbesar dunia pada 2030 memang ambisius, namun perusahaan yakin fondasi yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir mampu mengantarkannya menuju posisi tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel