TIMETODAY.ID, JAKARTA — Final tunggal putri French Open 2026 dipastikan menghadirkan juara Grand Slam baru. Dua petenis muda, Mirra Andreeva dan Maja Chwalinska, akan saling berhadapan di partai puncak setelah sama-sama mencatat perjalanan impresif menuju final pertama Grand Slam dalam karier mereka.
Pertandingan final yang akan berlangsung di French Open 2026 menjadi momen bersejarah bagi keduanya. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang akan meraih gelar Grand Slam perdana sekaligus menorehkan babak baru dalam karier profesional mereka.
Andreeva melangkah ke final lebih dahulu setelah tampil dominan di semifinal. Petenis Rusia berusia 19 tahun itu mengalahkan wakil Ukraina, Marta Kostyuk, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung selama 77 menit di lapangan tanah liat Roland Garros.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi Andreeva karena sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahannya dari Kostyuk pada final Madrid Open beberapa bulan lalu. Berstatus unggulan kedelapan, Andreeva memang sudah memiliki pengalaman menjuarai turnamen level tinggi, termasuk gelar WTA 1000 di Dubai Championships dan Indian Wells. Namun, pencapaian di Paris menjadi langkah terbesar dalam kariernya sejauh ini.
“Saya masih sangat gugup sebelum pertandingan ini. Marta menjalani musim yang luar biasa dan belum pernah kalah di lapangan tanah liat sebelum pertandingan ini. Karena itu saya sangat senang dengan cara saya bermain hari ini,” ujar Andreeva usai laga.
Ia juga mengaku masih sulit percaya berhasil mencapai final Grand Slam pertamanya.
“Semua perasaan ini bercampur menjadi satu. Rasanya luar biasa dan belum pernah saya rasakan sebelumnya,” tambahnya.
Di sisi lain, perjalanan Chwalinska menuju final bahkan lebih mengejutkan. Petenis Polandia tersebut memulai turnamen dari babak kualifikasi sebelum akhirnya mencuri perhatian dunia tenis dengan menembus partai puncak.
Pada semifinal, Chwalinska menghentikan langkah sesama petenis Rusia, Diana Shnaider, melalui pertarungan sengit dua set dengan skor 7-6 (7-4), 6-4.
Keberhasilan itu membuat Chwalinska menjadi petenis putri kedua dalam era modern yang berhasil mencapai final Grand Slam setelah memulai turnamen dari fase kualifikasi, mengikuti jejak Emma Raducanu yang menjuarai US Open 2021 dari jalur yang sama.
Tak heran jika Chwalinska tampak emosional saat memastikan tiket ke final.
“Ini seperti mimpi. Jujur saja, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa,” ungkapnya.
Petenis berusia 24 tahun itu mengakui perjalanan menuju final tidak mudah. Bermain melawan para petenis terbaik dunia setiap hari menjadi tantangan besar yang harus dihadapinya sepanjang turnamen.
Meski demikian, ia berusaha tetap tenang dan fokus agar dapat mengeluarkan permainan terbaiknya.
“Saya terkadang sangat emosional, tetapi saya berusaha tetap tenang karena itu membantu saya memainkan tenis terbaik saya. Di dalam diri saya sebenarnya ada badai,” katanya.
Final ini juga membuka peluang bagi Chwalinska untuk mengikuti jejak seniornya, Iga Swiatek, sebagai petenis Polandia yang mampu menjuarai Grand Slam nomor tunggal.
Pertarungan antara Andreeva dan Chwalinska diprediksi berlangsung menarik. Andreeva datang dengan status unggulan dan pengalaman tampil di level elite, sementara Chwalinska membawa kepercayaan diri tinggi setelah mencatat salah satu kisah paling mengejutkan dalam turnamen tahun ini.
Final tunggal putri French Open 2026 akan digelar pada Sabtu (6/6/2026). Apa pun hasilnya nanti, Roland Garros dipastikan melahirkan juara Grand Slam baru sekaligus menandai lahirnya bintang baru di dunia tenis putri.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































