MI Mathlaul Ulum Bogor Gelar Munaqosah, 78 Siswa Unjuk Hafalan

Mathlaul Ulum
Seorang siswi MIS Mathlaul Ulum Bogor melantunkan hafalan Juz Amma di hadapan tim penguji dan orang tua dalam pelaksanaan munaqosah hafalan Al-Qur'an, Sabtu (23/4/2026). Sebanyak 78 siswa mengikuti ujian kelayakan hafalan tersebut sebagai syarat kelulusan dari jenjang madrasah ibtidaiyah. FOTO : IST.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Sebanyak 78 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Ulum, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat mengikuti munaqosah atau ujian kelayakan hafalan Al-Qur’an Juz 30 (Juz Amma), Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis madrasah kepada siswa dan orang tua.

Program hafalan Al-Qur’an di madrasah ini berjalan secara rutin sejak dini. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diwajibkan menyetorkan hafalan kepada wali kelas masing-masing setiap pekan, dengan target minimal 10 siswa per hari di setiap kelas. Munaqosah menjadi puncak dari proses panjang tersebut, ajang pembuktian bahwa hafalan siswa benar-benar melekat kuat sebelum dinyatakan lulus.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Siapkan Aturan Penertiban Lapak Hewan Kurban

Yang membedakan munaqosah tahun ini, ujian berlangsung langsung di hadapan para orang tua. Format baru ini disebut Kepala Madrasah Yopi Saptawijaya sengaja dirancang untuk membangun motivasi sekaligus transparansi capaian belajar anak.

Advertisement

“Istilahnya seperti penilaiannya agak tegang juga mereka. Kegiatan ini meningkatkan motivasi siswa dan memberikan tidak melupakan pembelajaran di sekolah. Untuk kemajuan madrasah,” ujar Yopi.

Dalam ujian tersebut, siswa diuji hafalan surat-surat Juz Amma mulai dari Surah An-Naba hingga Surah Al-Kafirun, mencakup aspek kelancaran, ketepatan tajwid, dan fashohah bacaan.

Yopi mengakui, proses menghafal tidak selalu mudah. Gawai dan permainan daring menjadi gangguan utama yang kerap menghambat konsentrasi siswa.

Baca Juga :  The High IQ Low EQ Paradox: Mengapa Orang Pintar Bisa Kesulitan Mengelola Emosi

“Kendalanya adanya gangguan, seperti waktu, game, handphone. Jadi dengan adanya kegiatan seperti ini, mau tidak mau mereka all out karena ada target yang harus dikejar,” katanya.

Pembentukan karakter religius menjadi landasan dari seluruh program tersebut. Ke depan, madrasah menargetkan setiap lulusan tidak hanya menguasai hafalan Juz 30, tetapi juga memiliki kemampuan bacaan salat dan pemahaman fikih yang memadai.

“Harapannya, para siswa bisa meningkatkan ilmunya dan kemampuannya. Justru dalam acara ini, mereka diharapkan akan selalu ingat,” tuntas Yopi

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel