TIMETODAY.ID, BOGOR — Bagi penderita hipertensi, membatasi konsumsi garam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun bukan hanya jumlahnya yang perlu diperhatikan, jenis garam yang digunakan juga berpengaruh terhadap kesehatan.
Pasalnya, hampir semua jenis garam mengandung sodium yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. Meski begitu, ada beberapa pilihan garam yang dinilai lebih aman karena kandungan sodiumnya lebih rendah atau diperkaya kalium.
Berikut sejumlah jenis garam yang perlu diketahui penderita hipertensi agar tidak salah memilih.
- Garam kalium
Garam kalium menjadi salah satu pilihan yang sering direkomendasikan bagi penderita hipertensi. Jenis garam ini mengganti sebagian kandungan sodium dengan kalium sehingga dinilai membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kalium diketahui membantu tubuh membuang kelebihan sodium melalui urine sekaligus membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks. Karena itu, garam kalium dianggap lebih ramah bagi kesehatan jantung dibanding garam biasa.
- Garam rendah sodium
Selain garam kalium, tersedia pula Garam rendah sodium yang merupakan campuran sodium dan kalium dalam komposisi tertentu.
Jenis garam ini banyak dipilih karena rasa asinnya masih mirip dengan garam dapur biasa, tetapi kadar sodiumnya lebih rendah. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu dibatasi agar asupan sodium harian tidak berlebihan.
- Garam meja
Garam meja atau garam dapur menjadi jenis yang paling umum digunakan sehari-hari. Namun, garam ini juga memiliki kandungan sodium cukup tinggi, sekitar 2.325 miligram per sendok teh.
Konsumsi garam meja secara berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat. Kondisi ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.
- Sea salt
Sea salt kerap dianggap lebih sehat karena berasal dari air laut dan melalui proses pengolahan yang lebih minim. Meski demikian, kandungan sodium di dalamnya tetap tergolong tinggi.
Sea salt memang mengandung sejumlah mineral alami seperti magnesium dan kalium, tetapi jumlahnya dinilai tidak cukup signifikan untuk memberikan manfaat besar terhadap tekanan darah.
- Himalayan pink salt
Himalayan pink salt dikenal lewat warna merah mudanya yang khas dan kandungan mineral tambahan di dalamnya.
Namun, para ahli menyebut kandungan sodium pada garam ini tetap tinggi sehingga tidak bisa dianggap sepenuhnya aman bagi penderita hipertensi. Konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tekanan darah tidak meningkat.
- Kosher salt
Kosher salt memiliki tekstur lebih kasar dibanding garam meja dan sering digunakan dalam proses memasak.
Secara jumlah, kandungan sodium per sendok teh memang lebih rendah. Namun karena teksturnya ringan dan berukuran besar, penggunaannya sering kali lebih banyak sehingga asupan sodium total bisa tetap tinggi.
- Bumbu alami sebagai pengganti garam
Selain memilih jenis garam yang lebih rendah sodium, ahli kesehatan juga menyarankan untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap rasa asin.
Sebagai alternatif, penggunaan rempah-rempah, bawang, lada, lemon, cuka, dan berbagai bumbu alami lain dapat membantu makanan tetap terasa lezat tanpa menambah banyak sodium.
Cara ini dinilai lebih efektif dalam membantu menjaga tekanan darah sekaligus mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Meski beberapa jenis garam dianggap lebih aman, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Penderita gangguan ginjal atau mereka yang mengonsumsi obat tertentu dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai garam berbahan dasar kalium.***








































